Notification

×

Iklan

Iklan

Desa Randupitu Gempol Bidik Jadi Desa Inovatif, Fokus Digitalisasi, Wisata, UMKM dan Ketahanan Pangan

Senin, 03 Agustus 2026 | Agustus 03, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-04T07:37:50Z


PASURUAN, pojoktelu.com
Di tengah tantangan efisiensi anggaran dan berkurangnya ruang fiskal pemerintah desa, Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan justru memilih melangkah lebih progresif. Melalui Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) untuk penyusunan RKPDes Tahun 2027 dan RKPD Kabupaten Pasuruan Tahun 2028 yang digelar Senin (2/8/2026), pemerintah desa mematok arah pembangunan berbasis inovasi, digitalisasi, penguatan ekonomi lokal, hingga pengembangan destinasi wisata.

Langkah tersebut menjadi sinyal bahwa Randupitu tidak hanya ingin membangun infrastruktur, tetapi juga mentransformasi desa menjadi kawasan yang memiliki daya saing ekonomi, pelayanan publik modern, serta mampu menciptakan sumber-sumber pendapatan baru bagi masyarakat.

Kepala Desa Randupitu, Mochammad Fuad, mengatakan sedikitnya terdapat lima program prioritas yang akan menjadi fokus pembangunan desa dalam beberapa tahun ke depan. Kelima program tersebut meliputi relokasi Kantor Desa, pengembangan destinasi wisata Kedungprenteng, penguatan Batik Sekarandu sebagai produk unggulan desa, inovasi pengelolaan sampah dan program ketahanan pangan (Ketapang), serta percepatan digitalisasi desa.

"Seluruh program ini kami susun berdasarkan kebutuhan masyarakat sekaligus untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi desa melalui berbagai inovasi," ujar Fuad.

Menurutnya, relokasi kantor desa bukan sekadar memindahkan gedung pemerintahan. Pemerintah Desa Randupitu ingin menghadirkan kawasan pelayanan publik terpadu yang mengintegrasikan berbagai layanan masyarakat dalam satu lokasi.

Nantinya, kawasan tersebut akan menjadi pusat pelayanan administrasi, pendidikan, olahraga, pemberdayaan masyarakat hingga pengembangan UMKM. Konsep ini diharapkan mampu memangkas birokrasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, sekaligus menjadi pusat aktivitas masyarakat.

Di sisi lain, Randupitu juga terus mempercepat transformasi digital. Digitalisasi pemerintahan desa dinilai menjadi kebutuhan agar pelayanan kepada masyarakat semakin cepat, transparan, dan mudah diakses. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Tak hanya itu, desa yang berada di kawasan industri Kecamatan Gempol ini juga terus mengembangkan potensi ekonomi berbasis kearifan lokal. Batik Sekarandu diproyeksikan menjadi identitas sekaligus produk unggulan desa yang mampu meningkatkan pendapatan pelaku UMKM. Sementara potensi wisata alam Kedungprenteng diarahkan menjadi destinasi wisata desa yang mampu menarik kunjungan wisatawan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi warga sekitar.

Pada sektor lingkungan, Pemerintah Desa Randupitu juga terus mendorong inovasi pengelolaan sampah yang terintegrasi dengan program ketahanan pangan. Konsep ekonomi sirkular melalui pengolahan sampah, pemanfaatan lahan produktif, hingga pemberdayaan masyarakat diharapkan mampu menciptakan desa yang bersih, mandiri, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat, mengingatkan bahwa pemerintah desa saat ini menghadapi tantangan yang tidak ringan akibat kebijakan efisiensi anggaran. Sebagian Dana Desa, kata dia, telah disesuaikan karena dialokasikan untuk mendukung Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Meski demikian, ia meminta seluruh pemerintah desa tetap optimistis dan memastikan seluruh usulan pembangunan yang telah disepakati dalam Musrenbangdes masuk ke dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) sebagai syarat utama agar dapat diperjuangkan dalam penganggaran pemerintah daerah.

"Apapun usulan yang ingin diperjuangkan harus diunggah ke SIPD. Selain itu, desa juga harus memahami batas kewenangan, mana yang menjadi kewenangan desa, kabupaten maupun provinsi," tegas Samsul.

Hal senada disampaikan Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Pasuruan, Nik Sugiharti. Ia mengapresiasi konsistensi Desa Randupitu yang dinilainya terus bergerak melakukan inovasi meski kondisi fiskal pemerintah sedang mengalami tekanan.

Menurutnya, perkembangan UMKM, semangat membangun desa, serta berbagai program inovatif yang dijalankan Pemerintah Desa Randupitu menjadi modal penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Meski kondisi fiskal seperti sekarang, pemerintahan desa tetap berjalan dengan baik. UMKM juga terus berkembang. Karena itu, kita harus wani kolaborasi agar masyarakat semakin makmur," ujarnya.

Nik juga menegaskan pentingnya membangun komunikasi yang baik dengan seluruh anggota DPRD tanpa melihat latar belakang politik.

"Kalau ingin dibantu, usulan memang harus masuk SIPD. Tolong buka ruang komunikasi dengan semua anggota dewan. Jangan melihat dari partai mana mereka berasal. Yang terpenting adalah bagaimana bersama-sama membangun desa," pungkasnya.

Musrenbangdes menjadi momentum penting bagi Desa Randupitu untuk menyusun arah pembangunan yang lebih visioner. Dengan menggabungkan penguatan ekonomi kreatif, digitalisasi pelayanan publik, pengembangan wisata desa, inovasi lingkungan, dan kolaborasi lintas sektor, Randupitu menegaskan komitmennya menjadi salah satu desa inovatif di Kabupaten Pasuruan yang mampu tumbuh berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (*)
×
Berita Terbaru Update