Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Satgas Pangan Polres Pasuruan Pantau Pasar Bangil: Stok Aman, Harga Cabai Rawit Berangsur Turun

Senin, 30 Maret 2026 | Maret 30, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-31T05:07:52Z


PASURUAN, pojoktelu.com
Satgas Pangan Polres Pasuruan kembali turun ke lapangan untuk memantau stabilitas harga dan pasokan bahan pokok (bapok) di Pasar Bangil pasca-hari raya Idulfitri. Langkah ini dilakukan guna memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dengan harga yang wajar.

Berdasarkan hasil pantauan terbaru, sejumlah komoditas hortikultura, khususnya cabai rawit, mengalami penurunan harga yang cukup signifikan setelah sempat melonjak menjelang Lebaran.

Pengecekan yang dipimpin oleh personel Satgas Pangan bersama instansi terkait menyisir sejumlah pedagang besar di area utama Pasar Bangil. Data di lapangan menunjukkan harga cabai rawit merah turun dari Rp68.000 menjadi Rp58.000 per kilogram. Penurunan serupa terjadi pada cabai rawit hijau yang kini dibanderol Rp32.500 dari sebelumnya Rp40.000 per kilogram.

Namun, beberapa komoditas lain justru mengalami sedikit kenaikan. Cabai merah besar naik dari Rp27.000 menjadi Rp30.000 per kilogram, sementara kacang hijau naik tipis ke angka Rp24.000. Adapun bawang merah terpantau stabil di harga Rp34.500 per kilogram.

Kapolres Pasuruan melalui Kasat Reskrim AKP Adimas Firmansyah, selaku Kasatgas Pangan, melalui Kanit II Pidek Satreskrim IPDA Eko Hadi Saputro, menjelaskan bahwa tren penurunan harga ini dipicu oleh mulai normalnya distribusi dari daerah sentra produksi.

“Pasca-Lebaran, pasokan mulai kembali stabil sehingga harga cabai rawit, baik merah maupun hijau, berangsur turun. Untuk komoditas lainnya secara umum masih relatif aman dan terkendali,” ujar IPDA Eko Hadi Saputro.

Ia menambahkan, meski masih terdapat fluktuasi pada beberapa item, stok bahan pokok di pasar tradisional Bangil dipastikan mencukupi untuk kebutuhan harian warga.

Dalam kesempatan tersebut, Satgas Pangan juga memberikan imbauan tegas kepada para pedagang dan distributor agar tetap menjaga kelancaran rantai pasokan. Mereka diingatkan untuk tidak melakukan praktik penimbunan yang dapat merugikan konsumen.

“Pengawasan berkala akan terus kami lakukan sebagai langkah antisipasi terhadap perubahan harga yang mungkin terjadi akibat faktor cuaca maupun dinamika pasokan dari daerah penghasil,” tutupnya. (Zaq/red)
×
Berita Terbaru Update