Notification

×

Iklan

Iklan

Buntut Santri Keracunan, Bupati Subandi Minta Pengawasan SPPG Makan Bergizi Gratis Diperketat

Rabu, 02 September 2026 | September 02, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-02T13:36:47Z

SIDOARJO, pojoktelu.com - Bupati Sidoarjo Subandi meminta pengawasan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diperketat. Langkah evaluasi total ini diambil demi memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan aman, tertib, dan sesuai ketentuan.

Hal tersebut ditegaskan Subandi saat meninjau SPPG Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Rabu (2/9/2026). Peninjauan ini menyusul insiden dugaan keracunan massal yang dialami ratusan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Mambaul Hikam, Desa Putat, pada Selasa (1/9/2026) petang.

Dalam sidak tersebut, Bupati didampingi Wakil Bupati Mimik Idayana, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Dr. Christian Tobing, jajaran OPD terkait, serta Wakil Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Jawa Timur Teguh Bayu Wibowo.

Berdasarkan hasil pemetaan dari 174 SPPG yang ada di Sidoarjo, Pemkab menemukan pelanggaran administratif. Sebanyak 153 SPPG sudah beroperasi, namun ada 21 unit yang kedapatan belum mengajukan permohonan izin resmi.

"Sebanyak 21 SPPG belum berizin dan temuan ini sudah kami laporkan ke BGN pusat. Kami meminta pengawasan benar-benar diperketat agar kejadian serupa tidak terulang," ujar Subandi.

Terkait status SPPG Kalitengah, Subandi memastikan dapur umum tersebut sebenarnya sudah mengantongi izin. Namun, keputusan mengenai sanksi atau penghentian operasional sepenuhnya berada di bawah kewenangan BGN pusat. Ia menegaskan Pemkab Sidoarjo tetap mendukung program MBG bentukan presiden dengan catatan tata kelola dan aspek keamanan pangan wajib dibenahi.

Di sisi lain, Pemkab Sidoarjo memprioritaskan penanganan medis penuh bagi para korban. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Sidoarjo per 2 September 2026 pukul 13.00 WIB, total ada 567 santri yang mendapatkan penanganan medis. Sebanyak 457 santri telah diperbolehkan pulang, 80 santri masih dirawat intensif di sejumlah rumah sakit, dan 30 pasien lainnya dalam masa observasi.

Para korban saat ini tersebar di beberapa fasilitas kesehatan, antara lain RS Siti Hajar (35 pasien), RSUD Notopuro (31 pasien), RS Delta Surya (16 pasien), RS Pusura (12 pasien), RSU Aisyiyah St. Fatimah (9 pasien), RS Delta Surya, RS Anwar Medika, dan RS Arafah.

Sementara itu, Wakil Koordinator BGN Regional Jatim, Teguh Bayu Wibowo, menjelaskan bahwa pihak BGN telah menerbitkan surat suspensi (penghentian sementara) bagi SPPG Kalitengah sejak Rabu pagi.

"Tim investigasi dari BGN pusat akan segera datang untuk mendalami kasus ini dan menentukan apakah suspensinya berkategori ringan atau berat," kata Teguh.

Teguh juga meluruskan kabar liar yang beredar di media sosial mengenai adanya belatung dalam makanan santri. Ia menegaskan informasi tersebut 100 persen tidak benar (hoaks).

Sebagai informasi, SPPG Kalitengah merupakan salah satu dapur produksi besar yang menyalurkan sekitar 2.800 porsi makanan per hari ke berbagai sekolah dan pondok pesantren, di mana 1.000 porsi di antaranya didistribusikan khusus ke area pesantren. BGN berjanji akan memperketat standar operasional prosedur (SOP) pasca hasil investigasi keluar.
×
Berita Terbaru Update