PASURUAN, pojoktelu.com
Gempol FC langsung unjuk gigi pada laga perdananya di ajang Pasuruan Super League (PSL) 2026. Tak tanggung-tanggung, Wonorejo FC dibuat tak berkutik dan harus menelan kekalahan telak 0-8 dalam pertandingan yang digelar di Lapangan Ngadimulyo, Kecamatan Sukorejo, Rabu (2/9/2026).
Gempol FC hanya membutuhkan waktu dua menit untuk membuka pesta gol. Raka, pemain bernomor punggung 3, mencatatkan namanya di papan skor setelah menuntaskan tendangan keras Daniel dari sisi kiri pertahanan Wonorejo FC.
Unggul cepat membuat kepercayaan diri skuad Gempol FC melonjak. Serangan demi serangan terus dilancarkan ke lini pertahanan lawan hingga gol kedua tercipta pada menit ke-20.
Sang kapten, Po, sukses menggandakan keunggulan lewat eksekusi sepak pojok yang meluncur langsung ke sudut gawang. Meski sempat ditepis oleh penjaga gawang Wonorejo FC, bola tetap bergulir masuk dan mengubah skor menjadi 2-0.
Enam menit berselang, gawang Wonorejo FC kembali bobol. Kali ini melalui eksekusi penalti dingin yang dilakukan oleh Husyen pada menit ke-26.
Dominasi Gempol FC kian tak terbendung. Pada menit ke-32, giliran Satria, bek bernomor punggung 24, yang ikut mencatatkan namanya di papan skor. Memanfaatkan umpan lambung Po dari sepak pojok, Satria menyambutnya dengan sundulan keras yang gagal dihalau kiper lawan. Skor berubah 4-0.
Belum puas, Gempol FC kembali mengoyak jala gawang Wonorejo FC pada menit ke-36. Raka mencetak gol keduanya dalam laga ini setelah menerima umpan lambung dari Sauke. Dengan sepakan kaki kanan yang terukur, sang striker membuat Wonorejo FC semakin terbenam. Babak pertama pun ditutup dengan keunggulan mutlak Gempol FC 5-0.
Memasuki babak kedua, intensitas serangan Gempol FC sama sekali tidak mengendur. Husyen mencetak gol keduanya pada menit ke-38 setelah memanfaatkan umpan lambung akurat dari Po. Tendangan keras kaki kanannya memaksa kiper Wonorejo FC kembali memungut bola dari gawangnya. Gempol FC memimpin 6-0.
Satria kemudian menggandakan koleksi golnya pada menit ke-49. Berawal dari skema sepak pojok, Satria melepaskan sontekan cerdik yang melambung melewati jangkauan kiper dan bersarang telak di dalam gawang. Skor kian menjauh menjadi 7-0.
Namun, di tengah pesta gol tersebut, sebuah insiden panas terjadi pada menit ke-52. Husyen terlibat adu sikut dengan salah satu pemain Wonorejo FC. Wasit yang bertindak tegas langsung mengeluarkan kartu merah langsung untuk kedua pemain yang terlibat.
Kehilangan satu pilar di lini serang ternyata tidak membuat daya gedor Gempol FC melemah. Pada menit ke-67, Po melengkapi pesta gol timnya sekaligus mencetak brace. Melihat posisi kiper Wonorejo FC yang berdiri terlalu maju, mantan pemain klub Liga 2 ini melepaskan tendangan lambung spektakuler dari jarak jauh. Bola melewati kepala penjaga gawang dan mulus masuk ke dalam gawang. Skor 8-0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Usai laga, pelatih Gempol FC, Sunardi, mengaku bersyukur atas hasil maksimal ini, terlebih persiapan tim menghadapi kompetisi terbilang sangat mepet.
“Alhamdulillah, Gempol FC bisa meraih kemenangan. Persiapan kami sebenarnya tidak panjang, hanya 10 hari. Namun, anak-anak berhasil tampil maksimal di lapangan,” ujar Sunardi.
Meski menang besar, Sunardi enggan anak asuhnya jemawa. Ia menegaskan ada evaluasi penting yang harus dilakukan, terutama mengenai kontrol emosi para pemain di lapangan.
“Kartu merah yang diterima Husyen sangat tidak bisa diterima karena merugikan tim. Kami dari tim pelatih tidak pernah mengajarkan kekerasan kepada pemain,” tegasnya.
Kini, Gempol FC langsung mengalihkan fokus mereka ke laga berikutnya. Pasrepan United sudah menanti sebagai lawan kedua dalam lanjutan PSL 2026. Pertandingan tersebut dijadwalkan kembali berlangsung di Lapangan Ngadimulyo pada Jumat (4/9/2026). Sunardi menegaskan absennya Husyen tidak akan menjadi kendala besar bagi timnya.
“Ada atau tidak adanya Husyen tidak akan berpengaruh besar. Tim ini tidak pernah bergantung pada satu pemain saja,” pungkas Sunardi optimis.
