Notification

×

Iklan

Iklan

Jelang Musim Hujan, Pemkab Sidoarjo Kerahkan Ekskavator Normalisasi Serentak 8 Titik Sungai

Senin, 21 September 2026 | September 21, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-22T05:45:51Z

SIDOARJO, pojoktelu.com – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bergerak cepat mengantisipasi ancaman banjir menjelang datangnya musim hujan. Sebanyak delapan sungai dan saluran air di wilayah Kecamatan Candi dan Tanggulangin dinormalisasi secara serentak untuk mengembalikan kapasitas tampung air yang menyusut akibat pendangkalan. 

Salah satu titik krusial yang menjadi perhatian adalah Saluran Sekunder Kedunguling di Desa Durungbanjar, Kecamatan Candi. Pada Senin (21/9/2026), dua unit ekskavator dikerahkan untuk mengeruk sedimentasi sepanjang 1,5 kilometer. 

Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, turun langsung ke lokasi untuk memantau proses pengerukan. Ia menegaskan, normalisasi ini merupakan langkah mitigasi wajib, terutama di kawasan yang memiliki riwayat banjir. 

"Hari ini saya meninjau langsung di Desa Durungbanjar. Sungai di desa ini mengalami pendangkalan serius. Kita keruk dan normalisasi hari ini agar saat debit air melonjak karena hujan, air tidak meluber ke pemukiman warga," ujar Mimik di lokasi proyek. 

Mimik menyatakan berkomitmen untuk terus mengawal proyek ini secara berkala. "Menghadapi musim hujan, saya akan rutin sidak memantau sungai-sungai di Sidoarjo. Pengerjaan harus maksimal agar efektif menanggulangi banjir," tambahnya. 

Namun, ada temuan mengkhawatirkan saat orang nomor dua di Sidoarjo itu menyusuri Saluran Kedunguling. Selain sedimentasi tanah, kondisi air sungai terlihat menghitam pekat yang diduga kuat akibat pembuangan limbah industri.

Melihat kondisi tersebut, Mimik langsung menginstruksikan pemerintah desa dan pihak Kecamatan Candi untuk melacak sumber pencemaran dan memberikan teguran keras kepada pelaku usaha yang nakal. 

"Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) itu wajib bagi industri. Kalau dibuang langsung tanpa diolah, jadinya seperti ini, meresahkan warga. Sungainya sampai hitam pekat. Kami akan cek langsung izin dan operasional mereka," tegas Wabup dengan geram. 

Menurutnya, pengerukan sedimen akan menjadi sia-sia jika pencemaran lingkungan dari sektor industri terus dibiarkan merusak fungsi ekosistem sungai. 

Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PU Bina Marga dan SDA Sidoarjo, Suprayitno, menjelaskan bahwa pergerakan alat berat akan terus bergeser ke titik-titik rawan lainnya setelah penanganan di Desa Durungbanjar selesai. 

Berdasarkan data Dinas PU BMSDA, berikut adalah delapan titik saluran air yang menjadi sasaran normalisasi serentak: 

Kecamatan Candi:
1. Saluran Sekunder Kedunguling (Desa Durungbanjar)
2. Saluran Afvour Kedunguling (Desa Kedungpeluk)
3. Saluran Afvour Link II (Desa Kedungkendo)
4. Saluran Afvour Link III (Desa Klurak)

Kecamatan Tanggulangin:
5. Saluran Gedangrowo (Desa Kedungbanteng)
6. Saluran Sekunder Gedangrowo (Desa Kalidawir)
7. Saluran Sekunder Gedangrowo (Desa Ngaban)
8. Saluran Afvoer Ketapang (Desa Ketapang) 

Langkah masif pembersihan jaringan irigasi ini diharapkan mampu memulihkan sistem drainase utama di wilayah Sidoarjo. Kendati demikian, Pemkab Sidoarjo mengingatkan bahwa kesuksesan bebas banjir juga memerlukan komitmen bersama dari para pelaku industri dan masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai. (*)
×
Berita Terbaru Update