Notification

×

Iklan

Iklan

Ketua DPRD Pasuruan Siapkan 3 Opsi Anggaran untuk Pulihkan Pasar Kepulungan

Selasa, 29 September 2026 | September 29, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-29T10:22:14Z

PASURUAN, pojoktelu.com – Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat, bergerak cepat menyiapkan skema pemulihan Pasar Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, pascakebakaran hebat yang terjadi pada Sabtu (26/9/2026). Langkah strategis ini diambil setelah Samsul meninjau langsung kondisi lapak yang hangus terbakar pada Selasa (29/9/2026). 

Dalam peninjauan tersebut, Samsul memetakan tiga opsi pembiayaan yang bisa ditempuh untuk membangun kembali pasar desa tersebut. Ketiga skema itu meliputi Bantuan Keuangan Khusus (BKK), Belanja Tidak Terduga (BTT), serta bantuan logistik dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). 

"Sebenarnya ada tiga opsi perencanaan pembiayaan untuk Pasar Kepulungan ini. Pertama lewat BKK, kedua lewat BTT, dan ketiga bantuan BPBD. Kalau dari BPBD biasanya berbentuk stimulan barang," kata Samsul di lokasi. 

Samsul menjelaskan, opsi BTT bisa menjadi solusi cepat jika peristiwa ini ditetapkan sebagai kondisi darurat melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Pasuruan. Terkait hal itu, ia mengaku telah berkomunikasi intensif dengan pihak eksekutif. 

"Jika statusnya darurat dan di-SK-kan oleh Bupati, maka anggaran BTT baru bisa direalisasikan. Kami sudah berkoordinasi dengan Mas Bupati Pasuruan agar peristiwa kebakaran ini dimasukkan ke dalam kategori darurat, karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak," tegasnya. 

Sementara untuk skema BKK, Samsul menyebut mekanismenya harus melalui pengajuan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD). Anggaran ini hanya bisa cair jika pemerintah desa sudah menginput pengajuannya pada tahun 2025 lalu. 

Selain menyiapkan anggaran jangka panjang, DPRD dan Pemkab Pasuruan juga memprioritaskan langkah darurat jangka pendek. Saat ini, semua pihak masih menunggu hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik (Labfor) Polri untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran. 

"Yang paling dekat adalah menunggu hasil pemeriksaan Labfor. Setelah itu, kami akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk pembersihan puing-puing lokasi. Kebutuhan terpal untuk pedagang juga langsung kami penuhi," tambahnya. 

Tak hanya mengandalkan APBD, Samsul juga membuka peluang kolaborasi dengan pihak swasta melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau CSR. "Karena kita sudah punya Perda TJSL, kami bersama Mas Bupati akan berkomunikasi dengan badan-badan usaha di sekitar Gempol untuk membantu pemulihan pasar," urainya. 

Pada hari yang sama, bantuan awal berupa 15 lembar terpal dari BPBD Kabupaten Pasuruan telah tiba di lokasi. Penyerahan bantuan darurat ini disaksikan langsung oleh Samsul Hidayat bersama Kepala Desa Kepulungan, Sekretaris Desa, Ketua BUMDes, serta pengelola pasar setempat. 

Di sisi lain, harapan besar digantungkan oleh para pedagang terdampak. Mereka berharap proses pembangunan kembali bisa berjalan cepat tanpa harus memindahkan lokasi jualan mereka. 

"Kami ingin pasar ini segera dibangun kembali. Harapan kami tidak ada perpindahan lokasi atau relokasi, kami ingin tetap berjualan di sini seperti sebelum kebakaran," harap Sugiyadi, salah satu pedagang pasar. (Zaq/ind/red)
×
Berita Terbaru Update