SURABAYA, pojoktelu.com - Aksi berbahaya sebuah truk yang melaju ugal-ugalan dari kawasan Jembatan Suramadu hingga Jalan Dupak, Surabaya, mendadak viral di media sosial. Manuver nekat kendaraan besar tersebut menuai kecaman luas dari warganet.
Dalam video yang beredar, truk tersebut melaju dalam kecepatan tinggi sambil bermanuver zigzag di tengah kepadataan lalu lintas. Kendaraan roda enam itu bahkan sengaja digoyang-goyang atau beraksi "oleng" di sepanjang jalan raya.
Aksi tersebut kian berani saat kernet truk nekat mengeluarkan separuh tubuhnya melalui jendela. Ia tampak berjoget kegirangan saat armada truk masih melaju kencang.
Rekaman tersebut tersebar luas di platform TikTok. Banyak netizen mengecam perilaku tersebut karena sangat fatal dan membahayakan nyawa pengguna jalan lain.
Merespons keresahan masyarakat, Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak bergerak cepat melakukan penyelidikan. Polisi melacak identitas kendaraan untuk memburu pelaku.
Tak butuh waktu lama, polisi berhasil mengamankan pengemudi truk berinisial N beserta sang kernet. Keduanya langsung digelandang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Kasatlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Imam Sayfudin Rodji, menegaskan pihaknya telah menjatuhkan sanksi tilang. Pelaku juga dipaksa membuat surat perjanjian.
"Kami melakukan penindakan berupa tilang terhadap keduanya. Mereka juga diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan serupa," kata AKP Imam, Selasa (1/9/2026).
AKP Imam mengingatkan bahwa truk memiliki bobot besar. Kendaraan jenis ini membutuhkan jarak pengereman yang jauh dibanding mobil kecil, sehingga aksi zigzag sangat rawan memicu kecelakaan maut.
Pihaknya mengimbau keras agar seluruh pengemudi angkutan barang tidak demi konten mengorbankan keselamatan publik.
"Selalu utamakan keselamatan dan patuhi aturan lalu lintas. Jangan melakukan tindakan ugal-ugalan yang bisa merugikan orang lain," tegasnya.
Usai ditindak polisi, sang sopir berinisial N langsung lesu. Ia menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada masyarakat luas.
N mengakui bahwa aksi ugal-ugalan tersebut bodoh dan tidak patut dicontoh. Ia berjanji akan insaf dan menjadikan kasus tilang ini sebagai pelajaran berharga.
"Saya meminta maaf kepada masyarakat dan pengguna jalan yang terganggu. Saya menyadari tindakan tersebut salah dan membahayakan keselamatan," pungkas N menyesal.
