Notification

×

Iklan

Iklan

Bisa Petik Sendiri, Budidaya Melon Green House Desa Sumbersuko Sukses Dongkrak Pendapatan Desa

Rabu, 21 Oktober 2026 | Oktober 21, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-21T12:34:19Z

PASURUAN, pojoktelu.com - Program budidaya melon berbasis ketahanan pangan di Desa Sumbersuko, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, terus menorehkan hasil yang menggembirakan. Memasuki masa panen ketiga, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Suko Jaya Abadi tidak hanya berhasil memperluas jaringan pasar, tetapi juga sukses menyumbang pendapatan nyata bagi kas desa.

Keberhasilan panen melon di Dusun Kemuning pada Rabu (21/10/2026) ini mendapat perhatian langsung dari Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat. Tak sekadar melakukan kunjungan kerja, Samsul turun langsung memetik dan mencicipi melon segar dari area greenhouse yang berlokasi strategis di dekat kafe dan arena olahraga Love View tersebut.

Terpikat dengan cita rasanya yang premium, Samsul bahkan langsung memborong 30 kilogram melon hasil panen tersebut di tempat.

"Kami sangat mengapresiasi inovasi Desa Sumbersuko melalui BUMDes-nya. Program ketahanan pangan di sini benar-benar produktif. Saya sudah mencoba sendiri, rasanya sangat manis, makanya langsung saya borong 30 kilogram," ujar Samsul penuh apresiasi.

Politisi tersebut menilai, keunggulan BUMDes Suko Jaya Abadi bukan hanya terletak pada melimpahnya hasil panen, melainkan pada kemampuan teknologi dan tata kelola tanam yang mampu menyesuaikan permintaan pasar. Mulai dari tekstur buah hingga tingkat kemanisan, semuanya bisa diatur dengan presisi.

"Dari bincang-bincang dengan Ketua BUMDes tadi, ternyata mereka sudah bisa mengontrol hasil buah sesuai keinginan konsumen. Mau tekstur yang renyah (crunchy) atau tingkat kemanisannya seberapa, itu semua bisa diatur. Ini luar biasa, saya salut," ungkapnya.

Dalam panen kali ini, terdapat dua jenis melon yang dibudidayakan, yaitu varietas Golden dan Orlando. Area greenhouse ini juga dibuka untuk umum dengan konsep wisata edukasi. Pengunjung dapat merasakan langsung sensasi memetik buah dari pohonnya, menimbang, dan membayar di lokasi dengan harga Rp25 ribu per kilogram. Saat ini, tingkat kemanisan melon di lokasi tersebut tercatat mencapai angka impresif, yakni 14 brix.

Samsul berharap keberhasilan Desa Sumbersuko dapat menjadi pemantik inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Pasuruan. Ia mendorong agar budidaya hortikultura modern seperti ini dikembangkan lebih luas demi mendongkrak Pendapatan Asli Desa (PADes).

"Ke depan, kami mendorong BUMDes Suko Jaya Abadi untuk terus melakukan ekspansi. Program ini bisa diusulkan secara struktural dalam Musrenbangdes dan SIPD agar pengembangannya lebih masif. Potensinya besar karena pengelolanya semangat, kompak, dan hasilnya pun terbukti manis," tegas Samsul.

Guna mendukung keberlanjutan produk lokal seperti ini, Samsul menambahkan bahwa DPRD Kabupaten Pasuruan tengah menggodok Peraturan Daerah (Perda) terkait penataan toko modern. Dalam draf aturan tersebut, retail modern nantinya diwajibkan menyediakan gerai khusus untuk memasarkan produk UMKM dan komoditas unggulan desa.

Sementara itu, Ketua BUMDes Suko Jaya Abadi, Khumaidi, menjelaskan bahwa panen ini merupakan siklus ketiga sejak program budidaya melon digulirkan. Saat ini, varietas Golden sudah merambah pasar luas, sedangkan varietas Orlando masih dalam tahap uji coba kualitas.

"Alhamdulillah, ini adalah panen ketiga kami. Pasar kami terus meluas; panen pertama diborong oleh pembeli dari Jakarta, panen kedua kami kirim ke Malang, dan untuk panen kali ini sebagian sudah dikirim ke Nganjuk. Pangsa pasar produk kami sangat menjanjikan," kata Khumaidi optimis.

Dari kacamata bisnis, Khumaidi memaparkan bahwa masa tanam melon ini relatif singkat, yakni sekitar 65 hari. Berdasarkan sistem bagi hasil yang disepakati, BUMDes memperoleh alokasi 80 persen dari hasil usaha, sementara 20 persen sisanya disetorkan langsung menjadi PADes.

"Sebagai gambaran, dari total pendapatan bersih, bagian 80 persen untuk BUMDes mencapai sekitar Rp12,6 juta per siklus, dengan modal awal produksi di kisaran Rp8 juta," pungkasnya.
×
Berita Terbaru Update