Notification

×

Iklan

Iklan

Bupati Subandi Pastikan Frontage Road Waru–Buduran Dikebut, Pembongkaran Bengkel PT KAI Ditarget Rampung Dua Hari

Kamis, 15 Oktober 2026 | Oktober 15, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-15T14:12:53Z


SIDOARJO, Pojoktelu.com – Bupati Sidoarjo H Subandi memastikan pembangunan Frontage Road Waru–Buduran terus dipercepat. Salah satu kendala di kawasan aset PT Kereta Api Indonesia (KAI), yakni keberadaan bengkel yang terdampak proyek, ditargetkan selesai dibongkar dalam satu hingga dua hari.


Kepastian itu disampaikan Subandi saat meninjau penataan rumah dinas PT KAI dan progres pembangunan Frontage Road Buduran, Kamis (15/10/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan pekerjaan di jalur strategis tersebut berjalan sesuai jadwal dan dapat segera dimanfaatkan masyarakat.


“Alhamdulillah nanti mulai dari Waru, Lanudal, sampai Buduran, pada tahun ini selesai pembangunannya,” kata Subandi.


Menurut dia, percepatan proyek membutuhkan koordinasi lintas pihak, terutama untuk menuntaskan persoalan lahan dan fasilitas yang masih berada di area pekerjaan. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo telah berulang kali berkoordinasi dengan PT KAI terkait penataan kawasan di sisi timur jalan.


Subandi menilai, setelah frontage road tersedia, kawasan di sisi timur dapat ditata kembali agar lebih tertib dan memiliki fungsi yang lebih optimal. Area tersebut, misalnya, bisa dimanfaatkan untuk kegiatan usaha seperti kios, sepanjang tidak mengganggu fungsi jalan dan tetap memperhatikan penataan kawasan.


“Yang penting tidak mengganggu frontage road dan tetap tertata,” tegasnya.


Selain penataan lahan, Subandi meminta pemindahan tiang penerangan jalan umum (PJU) yang masih berada di area proyek segera dikoordinasikan. Keberadaan fasilitas tersebut jangan sampai menghambat kelanjutan pekerjaan di lapangan.


Dia optimistis proyek dapat diselesaikan sesuai kontrak apabila kontraktor bekerja dengan baik, pengawasan berjalan optimal, dan seluruh pihak terkait memberikan dukungan.


“Mudah-mudahan dengan kebersamaan, kontraktornya bagus, pengawasannya bagus, ada perhatian dari pemerintah desa maupun Dinas PUBM SDA,” ujarnya.


Terkait jalur perlintasan sebidang (JPL), Subandi menyatakan aspek teknisnya telah masuk dalam perencanaan detail engineering design (DED). Karena itu, penanganan perlintasan tersebut harus diselaraskan dengan pembangunan frontage road agar tidak mengganggu fungsi jalan.


Sementara itu, Kepala Dinas PUBM SDA Kabupaten Sidoarjo Mukhammad Machmud mengatakan penyelesaian lahan yang berkaitan dengan PT KAI hampir tuntas. Dari keseluruhan ruas Waru–Buduran, masih terdapat tiga titik yang memerlukan penanganan, yakni Makam Desa Kedungrejo, lahan di sekitar masjid di wilayah Waru, dan area Stasiun Waru.


Machmud menyebut penyelesaian berbagai titik tersebut terus diupayakan melalui koordinasi dengan pihak terkait. Khusus penanganan JPL, Pemkab Sidoarjo akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan PT KAI untuk menentukan skema teknis yang sesuai, termasuk dengan mempertimbangkan rencana pembangunan jalur rel ganda atau double track.


Terkait lahan makam di Kedungrejo, Subandi menyebut persoalan lahannya telah selesai, sedangkan pembangunan fisiknya direncanakan pada 2027.


Pemkab Sidoarjo menargetkan pembangunan frontage road dari Waru hingga Buduran tuntas secara bertahap. Penyelesaian lahan, pemindahan fasilitas pendukung, dan kepastian penanganan perlintasan menjadi bagian penting agar proyek tersebut dapat berjalan sesuai perencanaan. (Red)

×
Berita Terbaru Update