PASURUAN, pojoktelu.com – Sosok intelektual Moh. Taufik, atau yang lebih akrab disapa Bung Taufik, kini resmi menyandang gelar Doktor Ilmu Hukum dari Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya. Di kalangan akademisi maupun masyarakat Jawa Timur, figur yang satu ini memang sudah tidak asing lagi.
Bung Taufik dikenal memiliki rekam jejak kepemimpinan yang kuat di berbagai organisasi, dunia pendidikan, hingga profesi advokat. Dedikasinya dalam dunia hukum pun tak perlu diragukan, terutama keberpihakannya kepada kaum marjinal yang kerap ia bantu secara cuma-cuma saat menghadapi persoalan hukum.
Kini, dengan gelar akademis tertinggi yang diraihnya di Aula UNTAG Surabaya, kiprah Bung Taufik sebagai doktor muda ilmu hukum diharapkan mampu memberikan kontribusi yang semakin nyata bagi perkembangan hukum di Indonesia.
Pria yang berprofesi sebagai pengacara, dosen, sekaligus Ketua Ormas Madas (Madura Asli) Sedarah ini membuktikan bahwa ilmu pengetahuan adalah fondasi utama dalam membangun pemikiran hukum yang kritis, progresif, dan berorientasi pada keadilan. Bagi Bung Taufik, gelar doktor bukan sekadar pencapaian prestisius, melainkan sebuah tanggung jawab intelektual untuk menjawab berbagai persoalan riil di tengah masyarakat.
Dalam ujian promosi doktor yang berlangsung pada Jumat (30/10/2026), Bung Taufik sukses mempertahankan disertasinya. Di hadapan tim penguji yang terdiri dari para guru besar dan doktor senior.
Ia mengangkat penelitian krusial berjudul “Urgensi Pengaturan Pembekuan Berita Acara Sumpah dalam Undang-Undang Advokat untuk Memberikan Kepastian Hukum.”
Melalui kajian mendalam tersebut, Bung Taufik menyoroti perlunya kejelasan norma hukum terkait pembekuan berita acara sumpah advokat. Penelitian ini dinilai sangat strategis dalam memperkuat sistem regulasi profesi advokat serta mewujudkan kepastian hukum di Indonesia. Hasil studinya pun diharapkan mampu memperkaya khazanah ilmu hukum dan menjadi referensi penting dalam pengembangan regulasi yang lebih konsisten di masa depan.
Sebagai doktor muda, ia dituntut tidak hanya menjadi menara gading di ruang kuliah, tetapi juga menjadi figur intelektual yang berani mendorong pembaruan hukum demi kepentingan masyarakat luas di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
Momen bersejarah ini turut dihadiri oleh keluarga besar MADAS, para Ketua DPC dari berbagai wilayah di Indonesia, jajaran pengurus DPD, hingga anggota organisasi. Tak ketinggalan, tokoh nasional Haji Her, perwakilan alumni Pondok Pesantren Darul Ulum Gersempal, kolega, serta sahabat karib juga tampak hadir memberikan dukungan langsung. Kehadiran para tokoh ini menjadi bukti nyata apresiasi atas komitmen Bung Taufik yang tetap mengutamakan pendidikan di tengah kesibukan sosialnya.
Di hadapan awak media, Bung Taufik menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam kepada semua pihak yang telah mendukung perjalanan akademiknya.
"Gelar doktor ini bukan sekadar sebutan atas pencapaian akademik, melainkan tanggung jawab moral untuk terus berpikir, berkarya, dan mengabdi melalui ilmu pengetahuan. Gelar ini akan saya gunakan untuk memperkuat advokasi masyarakat serta memperjuangkan keadilan," ujar Bung Taufik.
Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan awal dari langkah pengabdian yang lebih luas.
"Ilmu yang diperoleh harus diterapkan dalam ruang nyata. Pemikiran hukum tidak boleh berhenti di ruang kelas atau perpustakaan, tetapi harus hadir sebagai solusi atas persoalan hukum yang dihadapi oleh masyarakat kecil," tuturnya. (Zaq/por/red)
