Notification

×

Iklan

Iklan

Tiga Titik TPT Ambles di Gempol, Warga Dibayangi Ancaman Longsor

Rabu, 14 Oktober 2026 | Oktober 14, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-14T11:37:59Z


PASURUAN, pojoktelu.com – Kerusakan tembok penahan tanah (TPT) di Dusun Kabunan, Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, kian mengkhawatirkan. Amblesan di tiga titik dengan total panjang sekitar 20 meter dan kedalaman 3 meter itu telah berkaitan dengan sejumlah kecelakaan, sementara dua titik kerusakan kini mendekati bibir aspal jalan.


Pemerintah Desa Kepulungan bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Gempol telah memasang pita pengaman hitam-kuning dan banner peringatan di lokasi. Namun, langkah tersebut baru bersifat sementara, sedangkan perbaikan permanen masih akan diusulkan kepada dinas terkait.


Sekretaris Desa Kepulungan, Fahruddin Salim, mengatakan kerusakan TPT sudah berlangsung sejak musim hujan sebelumnya. Seiring waktu, area yang ambles terus meluas sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan pengguna jalur penghubung Desa Randupitu–Kepulungan tersebut.


Menurut Fahruddin, insiden kecelakaan pernah terjadi di sekitar lokasi. Sebuah kendaraan roda tiga terperosok hingga terguling ke sungai. Kecelakaan terbaru menimpa seorang karyawan swasta yang mengalami luka cukup berat di bagian kepala saat mengendarai sepeda motor.


“Amblesnya TPT sejatinya sudah lama, sejak musim hujan yang terakhir. Makin lama areanya meluas. Kami khawatir jika musim penghujan datang, ambrolnya semakin meluas sampai ke aspal jalan,” ungkap Fahruddin.


Risiko kecelakaan juga dipengaruhi karakteristik jalan yang menurun. Permukaan aspal yang mulus membuat sebagian pengendara cenderung memacu kendaraan dengan kecepatan cukup tinggi, padahal kerusakan TPT berada di sisi jalur yang mereka lintasi.


Karena itu, pemasangan rambu peringatan dilakukan untuk mengingatkan pengendara agar mengurangi kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan ketika melintas di kawasan tersebut.


“Ini langkah sementara agar tidak terjadi kecelakaan lagi. Kami memasang pita pengaman dan banner peringatan supaya para pengendara lebih waspada,” jelasnya.


Pemdes Kepulungan selanjutnya berencana menyurati Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi guna mengusulkan pembenahan TPT secara permanen. Pemerintah desa berharap penanganan dapat dilakukan sebelum kerusakan semakin meluas.


Kekhawatiran meningkat menjelang musim hujan. Jika amblesan terus berkembang hingga mendekati atau merusak badan jalan, keselamatan pengendara di jalur Randupitu–Kepulungan dapat semakin terancam.


“Kami berharap ada penanganan sebelum makin parah. Apalagi, saat musim penghujan datang. Dikhawatirkan mempercepat amblesnya tanah dan memperbesar risiko longsor,” pungkas Fahruddin.

×
Berita Terbaru Update