Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

KOTA KUMUH TERNYATA MASIH ADA DI KABUPATEN PASURUAN.

Rabu, 22 Desember 2021 | Desember 22, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-12-23T07:15:54Z


Pasuruan, Pojok Telu.
Perbaikan kawasan kumuh di Kabupaten Pasuruan yang sudah di tetapkan oleh Pemkab Pasuruan sesuai dengan SK Bupati  sejak tahun 1999 dengan luas  sekitar 200 Ha yang tersebar di beberapa kecamatan  belum semuanya bisa  di tangani,meski anggaran miliaran rupiah sudah  di glontorkan bisa peningkatan infrastruktur dan sarana prasarana penunjang.

Data yang dimiliki oleh Pojok Telu menyebutkan   dari total luas   lahan 200 Ha  yang sudah di tetapkan  sebagai kawasan kumuh yang tersebar di 6 kecamatan yakni Nguling, Gondangwetan, Pohjentrek, Kraton, Beji, Bangil dab 16 Desa masih  menyisahkan 142 Ha,artinya kawasan tersebut masih kumuh  yang  di tangani seluas 58 Ha saja.

Menurut keterangan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Pasuruan, Hari Aprianto  yang di damping Wildan konsultan Asisten Kota Mandir mengungkapkan, pengurangan  luas kawasan kumuh di Kabupaten Pasuruan memang sudah di tangani melalui  program pembangunan beberapa infrastruktur seperti pembangunan  draenase, pembangunan saluran  dan lainnya

“untuk tahun depan,penanganan pogram KoTaku ( kota tanpa kumuh : red ) di prioritaskan di dua kecamatan yakni di Kecamatan Lekok dan Nguling, program saat ini masih dalam proses pembahasan “jelasnya.

Pihak Pemkab sendiri juga menyiapkan anggaran  Rp 10 miliar rupiah dari  APBD, dana  tersebut di pergunakan untuk pembangunan infrastruktur seperti draenase, perbaikan jalan lingkungan yang tersebar di wilayah/desa yang masuk  wilayah kumuh

agar program kegiatan pengetasan KoTaKu di Kabupaten Pasuruan nanti bisa lebih tepat sasaran maka di perlukan dukungan semua pihak baik dari  lintas  OPD, pemerhati lingkungan, tokoh masyarakat saling bersinergi melakukan penyusunan program di tahun berikutnya.

pada  tahun ini juga, Pemkab Pasuruan  juga melakukan program kegiatan padat karya yang di biayai oleh pemerintah pusat, total  anggaran  mencapai Rp 1,2 miliar, tiap desa di anggarkan Rp 300 juta di antaranya Desa Masangan kecamatan Bangil, Desa Susukanrejo, Desa Pohjentrek Kecamatan Pohjentrek ,Desa Wonojati  Kecamatan Gondangwetan

untuk pelaksanaan kegiatan di lakukan secara swakelo dengan melibatkan masyarakat sekitar , tujuannya adakah selain untuk mengurangi wilayah kumuh , harap lain adanya peran serta dari masyarakat sekitar agar mereka lebih peduli serta berperan aktif.(hab/Ony).
×
Berita Terbaru Update