Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Atasi Ancaman Banjir Dengan Normalisasi Sungai Anak Wrati Jajaran Muspika Berkolaborasi, Dengan Kades Gempol Dan Legok

Selasa, 25 Oktober 2022 | Oktober 25, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-10-27T07:20:02Z


Pasuruan,Pojoktelu 
Jelang musim penghujan dua Kepala Desa berkolaborasi dengan Muspika dan Perusahaan dalam merespon keluhan masyarakat. Adanya beberapa titik yang menjadi potensi banjir menjadi perhatian beberapa instansi. Selasa, (25/10/2022).

Dua Kepala Desa tersebut yakni Kepala Desa Gempol dan Kepala Desa Legok. Bekerja sama dengan salah satu perusahaan dan muspika, mereka melakukan normalisasi sebagai salah satu upaya mengantisipasi Banjir.

Dalam pelaksanaan kegiatan normalisasi akan dikerjakan selama 14 hari dengan volume kurang lebih 2 KM. Disokong alat berat dari Dinas PU SDA Kabupaten Pasuruan, sementara untuk operasional Solar disupport oleh salah satu perusahaan.

Salah satu warga mengungkapkan hampir 5 tahun anak sungai wrati di Dusun Tempel Desa Legok Kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan tersebut tidak dilakukan normalisasi.

"Ya kurang lebih 5tahun lalu dinormalisasi, kemarin kemarin banjir sampai lutut orang dewasa," Ujar Hani Warga Desa Legok.


Dalam normalisasi tersebut nampak hadir Danramil Gempol berserta anggota, wakil dari salah satu perusahaan yang lebih akrabnya di panggil"Bang Sholeh", Kepala desa Legok dan Kepala Desa Gempol.

Kepala Desa Legok Nursalam mengungkapkan terima kasihnya kepada Seluruh elemen yang terlibat. Diharapkan setelah dilakukan normalisasi ini bencana tahunan banjir yang terjadi dapat berkurang.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Gempol Akhmad Dwi Setiyono. Dirinya mengungkapkan peran semua pihak dan kolaborasi ini merupakan wujud kepeduliannya terhadap lingkungan. 

"Sungai sungai di beberapa titik mengalami sedimentasi sehingga debit air tidak tertampung dengan baik, mengakibatkan luapan air hingga banjir ke jalan maupun rumah warga," Tandasnya.


Sedimentasi adalah penyempitan akibat proses pengendapan padatan yang terkandung dalam cairan oleh gaya gravitasi. Sehingga volume sungai mengalami pengurangan yang mengakibatkan volume air cepat meluber atau banjir.

Beberapa titik sungai baik di Desa Gempol maupun Desa Legok mengalami sedimentasi dan pendangkalan akibat endapan dan tumpukan sampah. Hal tersebut membuat beberapa rumah warga kerap dilanda banjir.(Tom/Zaq)
×
Berita Terbaru Update