PASURUAN, pojoktelu.com
Miris dan tak punya etika..!! mungkin kata tersebut patut disematkan pada salah satu oknum staff Desa Gajahrejo Kecamatan Purwodadi Kabupaten Pasuruan. Lantaran kantor yang seharusnya dipakai guna pelayanan publik seketika berubah jadi tempat karaoke.
Kejadian yang diduga dilakukan pada saat jam kerja beberapa waktu lalu tersebut mendadak viral dan tuai sorotan publik setelah diunggah oleh akun tik tok @epilo_olipe yang diduga kuat adalah akun oknum staff Desa itu sendiri yang berinisial "DN".
Dari video yang berdurasi 2 menit lebih itu, nampak oknum staff Desa berinisial "DN" yang masih menggunakan baju lengkap kedinasan tersebut nampak lincah memainkan irama musik dan berjoget sambil duduk dengan Background kantor Pemerintah Desa Gajahrejo Kecamatan Purwodadi Kabupaten Pasuruan.
Dari pantauan awak media, banyak nitizen yang berkomentar negatif terhadap unggahan itu sendiri akan tetapi tidak dihiraukan dan seakan bangga dengan apa yang ia lakukan.
Unggahan yang sudah di tonton lebih dari ratusan orang tersebut berbagai komentar negatif di sematkan pada kolom komentar seperti Cah Mbois “Kantor desa t-room iki?”, ada juga dari @thopan "Kantor kok digawe room...blaen Iki.
Bahkan salah satu akun @RIF TV berkomentar dengan menyebut Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo “Spill Pak Rusdi, biar dibuatkan room kecamatan sama kopi paitnya.”
Kegiatan yang tidak patut ditiru tersebut banyak masyarakat menilai akibat rendahnya SDM yang dimiliki. Serta lemahnya pengawasan oleh pihak tertentu terutama BPD Desa setempat.
"Iki seng goblok mbek gak waras iku seng delok opo seng karaokean Nang balai Desa se, kantor deso kok dek gawe nyanyi sak enake dewe ae ( ini yang bodoh sama gila itu yang lihat apa yang karaokean di kantor desa, kantor desa kok di buat tempat bernyanyi sesuka hati)," ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Dirinya juga menyampaikan bahwa prilaku oknum staff Desa yang berinisial "DN" tersebut sama halnya merendahkan Bupati Rusdi dan membuat malu masyarakat Desa Gajahrejo pada umumnya.
"Umum e ae gawe kudung, uteke Nang dengkul. Isin-isin i deso ae (umumnya atau busananya pakai kerudung, otaknya di dengkul. Malu-maluin Desa saja," imbuhnya.
Masyarakat menilai persoalan ini bukan sekedar soal berkaraoke maupun bernyanyi, tetapi menyangkut pada etika lantaran penggunaan ruang kantor pemerintahan. Apalagi kegiatan tersebut direkam dan disebarluaskan ke media sosial tanpa mempertimbangkan dampak citra terhadap lembaga desa.
Kades gajahrejo Kasiono saat dikonfirmasi awak media melalui aplikasi whatsApp perihal adanya informasi kegiatan karaoke atau bernyanyi tersebut membenarkan bahwa oknum tersebut adalah staff Desanya.
"Iya itu buk Kasun mas, besok saya konfirmasi dulu orangnya mas," ujar Kades Gajahrejo Kasiono.
Disisi lain, oknum staff Desa yang berinisial "DN" saat dikonfirmasi awak media melalui aplikasi whatsApp enggan menjawab dan memilih bungkam meski nampak pesan chat sudah terkirim dan terbaca. (por/red)
