PASURUAN, pojoktelu.com
Ribuan Laskar Sakera memadati Stadion R. Soedrasono Pogar, Bangil, pada Minggu (24/5/2026) sore. Kehadiran suporter fanatik ini untuk menyaksikan tim kesayangan mereka, Persekabpas Pasuruan, melakoni laga persahabatan (friendly match) pramusim melawan tim Liga 1, Persik Kediri.
Meski bertajuk laga uji coba, tensi pertandingan kedua tim berlangsung sengit layaknya kompetisi resmi. Atmosfer stadion kian membara berkat kehadiran 7.156 penonton yang memenuhi markas kebanggaan masyarakat Kabupaten Pasuruan tersebut. Laga ini pun terasa atmosfernya seperti kompetisi kasta tertinggi nasional.
Berdasarkan pantauan di lapangan, Persekabpas sempat tertekan dan kalah dalam penguasaan bola pada menit-menit awal. Namun memasuki menit ke-15, skuad The Lassak bangkit dan berbalik mengendalikan permainan.
Stadion Pogar akhirnya bergemuruh pada menit ke-39. Memanfaatkan peluang emas, penyerang Persekabpas bernomor punggung 20, Osvaldo Haay, melepaskan tendangan keras yang gagal dihalau kiper Persik Kediri. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Persik Kediri langsung tancap gas. Tim tamu meningkatkan intensity serangan demi mengejar ketertinggalan. Usaha tersebut membuahkan hasil pada menit ke-49, di mana Persik Kediri sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Enggan mengecewakan pendukung sendiri, Persekabpas merespons cepat dengan memperagakan permainan ofensif yang ciamik. Petaka bagi tim tamu datang pada menit ke-55 setelah wasit menunjuk titik putih untuk tuan rumah.
Striker naturalisasi senior bernomor punggung 9, Beto Goncalves, yang maju sebagai eksekutor penalti, sukses menjalankan tugasnya dengan tenang sekaligus membawa Persekabpas unggul 2-1. Skor ini bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Menanggapi kemenangan ini, Manajer Persekabpas, Tony Saputra, mengapresiasi kerja keras anak asuhnya yang mampu menjawab antusiasme tinggi dari para suporter.
"Kalau dibilang puas, ya puas. Anak-anak sudah bekerja keras di lapangan dan memberikan hiburan yang luar biasa untuk Laskar Sakera," ujar Tony seusai laga.
Meski menang, Tony menegaskan bahwa manajemen tidak ingin cepat berpuas diri. Saat ini pihaknya masih terus mematangkan komposisi skuad menjelang bergulirnya kompetisi Liga 3, termasuk berburu beberapa pilar lokal yang kini masuk tahap finalisasi.
"Untuk pemain lokal seperti Nofi dan Dani, statusnya sudah hampir pasti dikontrak. Saat ini tinggal menyelesaikan proses negosiasi akhir dengan manajemen," tambahnya.
Di sisi lain, Tony jujur mengakui bahwa komposisi kerangka tim saat ini belum sepenuhnya ideal. Fokus utama tim pelatih adalah menyiasati regulasi pembatasan usia yang kerap menjadi aturan baku di kompetisi Liga 3.
"Kami belum sepenuhnya puas karena kerangka tim hari ini masih didominasi pemain senior. Padahal di Liga 3 nanti ada regulasi batas usia pemain yang wajib dipenuhi. Ini yang akan terus kami evaluasi dan matangkan ke depan," pungkasnya. (Zaq/red)
