Penyerahan penghargaan yang berlangsung di Pendopo Delta Wibawa, Sabtu (25/7/2026), menjadi penegasan bahwa prestasi atlet bukan sekadar kemenangan di arena pertandingan, tetapi juga investasi jangka panjang bagi masa depan olahraga Sidoarjo.
Bupati Sidoarjo Subandi menegaskan, setiap medali yang diraih para atlet lahir dari kerja keras, disiplin latihan, pengorbanan, serta dukungan pelatih, orang tua, dan seluruh pihak yang terlibat dalam pembinaan olahraga.
"Reward ini adalah bentuk penghargaan atas perjuangan para atlet. Kami ingin semangat mereka terus terjaga untuk meraih prestasi di jenjang yang lebih tinggi sehingga Sidoarjo semakin dikenal sebagai daerah pencetak juara," ujar Subandi.
Sebagai bukti komitmen pemerintah daerah terhadap peningkatan prestasi olahraga, Subandi mengungkapkan rencana menaikkan bonus bagi atlet peraih medali emas pada Porprov Jawa Timur dari sebelumnya Rp45 juta menjadi sekitar Rp50 juta hingga Rp60 juta.
Tak hanya itu, Pemkab Sidoarjo juga memperkuat perlindungan bagi atlet melalui jaminan BPJS Kesehatan dengan perluasan kerja sama layanan rumah sakit di seluruh wilayah Kabupaten Sidoarjo. Menurutnya, kesehatan atlet menjadi faktor penting dalam menjaga performa dan keberlangsungan pembinaan.
Di bidang pendidikan, Pemkab juga membuka ruang lebih besar bagi atlet berprestasi. Atlet yang berhasil meraih juara pertama, kedua, maupun ketiga akan difasilitasi melalui Dinas Pendidikan untuk melanjutkan pendidikan di sekolah negeri melalui jalur prestasi sesuai ketentuan yang berlaku.
"Kami ingin atlet tetap bisa mengejar prestasi tanpa harus mengorbankan pendidikannya. Pemerintah akan memberikan dukungan agar keduanya dapat berjalan seiring," tegas Subandi.
Ia berharap budaya kompetisi dan semangat berprestasi terus tumbuh di kalangan generasi muda sehingga Sidoarjo semakin banyak melahirkan atlet yang mampu bersaing di tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional.
Sementara itu, Plt. Ketua Umum KONI Sidoarjo Imam Purwanto menyebut capaian para atlet merupakan hasil sinergi yang kuat antara cabang olahraga, pelatih, orang tua, hingga para atlet yang menjalani latihan secara disiplin dan konsisten.
Ia menjelaskan, Porkab Sidoarjo 2026 mempertandingkan 52 cabang olahraga dengan 580 nomor pertandingan. Dari ajang tersebut lahir 1.940 atlet peraih juara satu, dua, dan tiga.
Bahkan, terdapat dua atlet yang sukses mengoleksi tujuh medali, sementara sembilan atlet lainnya meraih enam medali, sebuah pencapaian yang dinilai menjadi indikator meningkatnya kualitas pembinaan olahraga di Kabupaten Sidoarjo.
Menurut Imam, penghargaan yang diberikan pemerintah bukanlah garis akhir perjalanan para atlet. Porkab justru menjadi batu loncatan menuju panggung yang lebih besar, yakni Porprov Jawa Timur 2027.
"Kami menargetkan Sidoarjo menjadi juara umum atau minimal runner-up pada Porprov Jawa Timur 2027. Mulai sekarang seluruh cabang olahraga harus semakin disiplin, membangun budaya juara, dan memperkuat sinergi agar target tersebut dapat diwujudkan," tandasnya.(Red)
