Perayaan satu dekade ini bukan sekadar seremoni, melainkan penegasan bahwa dakwah dan kepedulian sosial dapat berjalan beriringan dalam membangun masyarakat yang religius, peduli, dan berdaya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Sidoarjo Subandi yang menyampaikan apresiasi atas kontribusi Ummi Peduli selama satu dekade terakhir. Menurutnya, lembaga tersebut telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghadirkan berbagai program sosial, kemanusiaan, dan keagamaan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, saya mengucapkan selamat atas satu dekade Ummi Peduli. Semoga terus istiqamah dalam berdakwah, berbagi manfaat, serta menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus menebarkan kebaikan," ujar Subandi.
Ia menegaskan, pembangunan daerah tidak hanya diukur dari berdirinya infrastruktur atau meningkatnya pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kuatnya karakter masyarakat, akhlak yang baik, dan tumbuhnya budaya saling peduli.
Karena itu, menurutnya, kegiatan keagamaan seperti pengajian memiliki peran penting dalam memperkokoh nilai-nilai moral sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah kehidupan masyarakat yang semakin dinamis.
Subandi juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk terus menghadirkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, adil, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat. Ia menyebut kepercayaan publik sebagai fondasi utama dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
"Kami akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Namun keberhasilan pembangunan membutuhkan sinergi dan kolaborasi semua pihak. Mari bersama-sama membangun Sidoarjo yang maju, sejahtera, religius, dan penuh kepedulian," katanya.
Sementara itu, dalam tausiahnya, Ustadz Hanan Attaki mengajak seluruh jamaah untuk terus memperkuat keimanan, menjaga kedekatan dengan Allah SWT, serta memperbanyak amal saleh sebagai bekal kehidupan. Ia juga mengingatkan pentingnya menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup agar mampu menghadapi berbagai ujian dengan hati yang tenang dan penuh keberkahan.
Pesan-pesan yang disampaikan disambut antusias oleh jamaah. Suasana Masjid Agung Sidoarjo berlangsung khusyuk sejak awal hingga akhir acara, dengan ratusan peserta mengikuti setiap rangkaian pengajian sebagai ikhtiar memperdalam ilmu agama sekaligus mempererat tali silaturahmi.
Perjalanan sepuluh tahun Ummi Peduli menjadi bukti bahwa gerakan dakwah yang dibarengi aksi sosial mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Diharapkan, semangat tersebut terus tumbuh dan melahirkan lebih banyak gerakan kebaikan yang memperkuat kehidupan sosial sekaligus mendukung terwujudnya Kabupaten Sidoarjo yang religius, harmonis, dan sejahtera.(Red)
