Notification

×

Iklan

Iklan

Gelar Podcast di Cafe Kopirex, BNN Pasuruan Rangkul Generasi Muda Perangi Narkoba

Kamis, 23 Juli 2026 | Juli 23, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-24T03:32:09Z

PASURUAN, pojoktelu.com
Ancaman narkoba terus mengintai generasi muda tanpa pandang bulu. Korbannya kini bukan lagi didominasi orang dewasa, melainkan juga menyasar kalangan pelajar yang tengah menata masa depan. Menanggapi fenomena ini, penguatan iman dan takwa ditegaskan sebagai benteng paling kokoh untuk menangkal bahaya laten tersebut.

Pesan mendalam itu disampaikan oleh perwakilan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Pasuruan dalam acara Podcast Randupitu bertajuk 'Bahaya Narkoba'. Kegiatan ini digelar secara interaktif di Cafe Kopirex, Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, Kamis (23/7/2026) malam.

Acara yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube Seven Project tersebut menghadirkan sejumlah narasumber kompeten. Di antaranya Fendy Mochamad dari BNN Kabupaten Pasuruan, Bripka Al Wira dari Polsek Gempol, serta perwakilan mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang (UM). Jalannya diskusi juga diikuti secara antusias oleh mahasiswa KKN UNU Pasuruan.

Dalam keterangannya, Fendy menegaskan bahwa penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar masih menjadi ancaman nyata yang mengkhawatirkan. Oleh sebab itu, pendidikan karakter berbasis moral dan spiritual harus ditanamkan sejak dini demi membangun ketahanan remaja.

"Iman dan takwa adalah benteng utama agar generasi muda tidak mudah terjerumus dalam lingkaran setan narkoba. Edukasi sejak dini, bahkan mulai dari tingkat TK hingga SD, merupakan langkah preventif yang sangat krusial," tegas Fendy.

Lebih lanjut, ia mengimbau para orang tua agar tidak merespons dengan kemarahan atau langsung menghakimi jika mendapati anak mereka terjerat narkoba. Langkah terbaik yang dibutuhkan adalah komunikasi yang menyentuh hati, pendampingan intensif, serta upaya rehabilitasi medis maupun sosial sesegera mungkin.

"Jika anak telanjur terjerat, orang tua jangan panik apalagi menghakimi. Bangun komunikasi yang terbuka dan segera upayakan proses rehabilitasi dengan melibatkan pemerintah desa setempat," imbuhnya.

Menurut Fendy, pola pergaulan di sekolah, lingkungan tempat tinggal, hingga dunia kerja kerap menjadi pintu masuk utama penyalahgunaan barang haram tersebut.

Dirinya pun mengingatkan bahwa perang melawan narkoba bukanlah tugas eksklusif BNN atau pihak kepolisian semata, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh elemen masyarakat.

"Narkoba akan terus beredar selama pasokan dan permintaannya masih ada. Oleh karena itu, memutus rantai peredaran ini adalah tugas kita bersama," pungkasnya. (*)
×
Berita Terbaru Update