SIDOARJO, pojoktelu.com
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo melipatgandakan upaya untuk mempercepat pembebasan lahan proyek pembangunan Flyover Gedangan. Selain membentuk tim khusus pengadaan tanah Pemkab Sidoarjo, juga telah mengamankan alokasi anggaran total sebesar Rp.400 miliar guna memastikan pembayaran ganti rugi warga tidak terkendala.
Bupati Subandi menyampaikan bahwa pemetaan terhadap 122 bidang tanah yang terdampak proyek tersebut telah rampung. Saat ini, fokus pemerintah yakni mempercepat penyelesaian administrasi pada 16 bidang tanah yang masih mengganjal agar proses penilaian harga (appraisal) bisa dimulai dengan tepat waktu.
"Kami bergerak cepat, mengumpulkan dokumen lahan hingga pengukuran terus berjalan secara paralel. Kami menargetkan proses appraisal sudah bisa dimulai pada agustus nanti," ujar Subandi.
Pemkab Sidoarjo mengucurkan dana sebesar Rp 200 miliar dari APBD dan telah menyiapkan dana tambahan Rp 200 miliar lagi pada APBD tahun 2027. Total Rp 400 miliar yang disiagakan khusus untuk ganti rugi lahan. Selain itu, Pemkab Sidoarjo juga membentuk Tim Pengadaan Tanah untuk pembangunan jembatan layang Gedangan yang berkoordinasi langsung dengan Badan Pertahanan Nasional (BPN), tim penilai, dan konsultan hukum.
Lebih lanjut, Pemkab juga melakukan pelacakan dan komunikasi intensif dengan perangkat desa. Untuk menemui pemilik lahan yang berada di luar daerah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Sidoarjo, Muhammad Makhmud menjelaskan bahwa 16 bidang tanah yang belum tuntas tersebut. Bukan disebabkan oleh sengketa hukum, tetapi terkendala oleh administratif.
"Kendala utamanya adalah beberapa pemilik lahan saat ini nerdomisili diluar daerah dan belum berhasil ditemui. Selain itu, ada satu bidang tanah yanh ahli warisnya mencapai 57 orang dan dokumen kesepakatan belum lengkap," kata Makhmud.
Hingga saat ini, dinas terkait bersama perangkat desa setempat tengah melakukan penelusuran keberadaan pemilik lahan. Agar proses pembebasan tanah ini dapat rampung sepenuhnya di tahun ini.
Bupati Subandi, menegaskan jika koordinasi lintas sektor akan terus diperketat secara berkala. "Kami berupaya semaksimal mungkin tahun ini pembebasan lahan. Harus rampung agar pembangunan fisik jembatan layang bisa terwujud demi mengurai kemacetan di kawasan gedangan," pungkasnya. (*)
