Notification

×

Iklan

Iklan

Asyik Nongkrong di Warkop Saat Jam Pelajaran, 9 Pelajar Sidoarjo Terjaring Razia Gabungan Satpol PP

Kamis, 20 Agustus 2026 | Agustus 20, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-21T05:12:00Z


SIDOARJO, pojoktelu.com
Sembilan pelajar terjaring razia gabungan yang digelar oleh Satpol PP Sidoarjo bersama Satpol PP Provinsi Jawa Timur pada Kamis (20/8/2026). Langkah tegas ini diambil Pemkab Sidoarjo guna mengantisipasi maraknya kenakalan remaja, khususnya kebiasaan nongkrong di warung kopi (warkop) saat jam pelajaran berlangsung.

Petugas gabungan menyisir empat titik krusial yang kerap menjadi lokasi berkumpulnya anak sekolah. Lokasi tersebut meliputi Warkop Gayeng di pertigaan Desa Kemiri, warkop di belakang Rusunawa, Warkop Suli Siwalanpanji, serta Warkop Kapling Siwalanpanji.

Operasi penertiban yang dimulai sejak pukul 07.30 WIB ini menerjunkan sedikitnya 41 personel. Kekuatan ini terdiri dari 20 personel Pleton 3, 13 personel Patmor Satpol PP Sidoarjo, serta didukung penuh oleh 8 personel Satpol PP Provinsi Jawa Timur.

Plt Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Sidoarjo, R Novianto Koesno Adi Putro, menjelaskan bahwa operasi ini tidak sekadar menyasar persoalan bolos sekolah. Lebih dari itu, pengawasan ini menjadi benteng pencegahan agar para pelajar tidak terjerumus ke dalam lingkaran pergaulan negatif.

"Razia ini untuk mencegah siswa bolos sekaligus mengantisipasi potensi peredaran minuman keras (miras) dan narkoba di kalangan pelajar," kata Novianto.

Ia menegaskan, waktu produktif di pagi hingga siang hari seharusnya dimanfaatkan siswa di dalam kelas. Keberadaan pelajar di tempat umum saat jam sekolah dinilai sangat rentan membuka ruang terjadinya pelanggaran ketertiban umum dan perilaku tidak sehat.

Merespons hal ini, Bupati Sidoarjo H. Subandi menegaskan bahwa Pemkab Sidoarjo akan menggelar operasi pengawasan ini secara berkala dan berkelanjutan. Pihaknya tidak ingin aksi bolos sekolah dibiarkan hingga berkembang menjadi masalah sosial yang lebih kompleks.

"Upaya seperti ini akan terus kami lakukan. Anak-anak harus mendapatkan pengawasan yang baik, baik ketika berada di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah," ujar Subandi.

Subandi juga meminta pihak sekolah lebih memperketat absensi dan pengawasan internal pada jam-jam krusial pelajaran. Selain sekolah, peran aktif orang tua juga mutlak diperlukan melalui komunikasi yang intens. Sinergi ini penting agar setiap perubahan perilaku negatif pada anak dapat dideteksi dan didampingi sejak dini.

"Orang tua harus ikut mengawasi, begitu juga pihak sekolah yang harus lebih aktif. Semua elemen masyarakat wajib mengambil peran," tegasnya.

Menurutnya, penanganan kenakalan remaja tidak bisa mengandalkan razia di lapangan saja. Pembentukan karakter, penguatan fungsi pengawasan keluarga, serta penyediaan lingkungan pergaulan yang sehat harus berjalan beriringan. Pemkab Sidoarjo berkomitmen terus mendorong kolaborasi lintas sektor ini demi mengawal masa depan generasi muda.

"Jangan sampai anak-anak kita salah pergaulan. Mereka adalah generasi penerus bangsa yang harus kita jaga bersama-sama," pungkasnya.

Seluruh pelajar yang terjaring dalam razia tersebut langsung dibawa ke kantor petugas untuk didata dan diberikan pembinaan moral. Selama proses penertiban berlangsung, situasi di lapangan terpantau aman, tertib, dan kondusif.
×
Berita Terbaru Update