Notification

×

Iklan

Iklan

Dimulai dengan Wayang Kulit, Ini Rundown Ruwatan Agung Nuswantoro GMBI di Pasuruan

Kamis, 20 Agustus 2026 | Agustus 20, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-20T15:35:07Z

PASURUAN, pojoktelu.com
Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (LSM GMBI) Wilayah Teritorial Jawa Timur siap menggelar pergelaran kebudayaan berskala besar bertajuk "Ruwatan Agung Nuswantoro". Festival seni dan kirab budaya ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari berturut-turut, mulai Jumat hingga Minggu, 21-23 Agustus 2026.

Mengusung tema “Merajut Kebhinekaan dalam Harmoni Budaya”, kegiatan tahunan keluarga besar LSM GMBI Wilter Jatim ini akan disemarakkan oleh prosesi ruwatan sakral, kirab budaya, hingga berbagai pertunjukan kesenian tradisional nusantara.

Ketua LSM GMBI Distrik Pasuruan Raya, Muhammad Asy’ari, S.H., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan organisasi. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang bertempat di Kabupaten Nganjuk, tahun ini seluruh rangkaian acara dipusatkan di Kabupaten Pasuruan.

Ia menambahkan, kawasan Air Terjun Putuk Truno dipilih menjadi lokasi utama setelah tim budaya GMBI menggodok tiga opsi destinasi potensial, yakni Air Terjun Kakek Bodo, Putuk Truno, dan Candi Jawi.

"Dari ketiga lokasi tersebut, yang dinilai paling representatif untuk pelaksanaan kegiatan adalah Putuk Truno," ujar Asy’ari.

Dipilihnya Pasuruan sebagai tuan rumah menjadi angin segar bagi seniman lokal. GMBI berkomitmen memberikan panggung lebih luas bagi ekosistem seni setempat dengan melibatkan sedikitnya 34 grup atau komunitas budaya asli Pasuruan.

"Sebenarnya banyak komunitas budaya dari daerah lain yang ingin bergabung. Namun, karena keterbatasan waktu, panitia memprioritaskan komunitas budaya lokal dari Pasuruan terlebih dahulu," paparnya.

Berdasarkan rundown acara, rangkaian festival akan dibuka pada Jumat (21/8) di Lapangan Kelurahan Prigen dengan menampilkan kesenian bantengan, jaranan, reog, serta wayang kulit.

Sementara itu, puncak acara "Ruwatan Agung Nuswantoro" bakal dilaksanakan pada Sabtu (22/8) pagi mulai pukul 07.30 WIB di kawasan Air Terjun Putuk Truno. Sejumlah pejabat tinggi dijadwalkan hadir, di antaranya Gubernur Jawa Timur, Kapolda Jawa Timur, Pangdam V/Brawijaya, serta Bupati Pasuruan beserta jajaran kepala dinas. Setelah prosesi ritual ruwatan, acara langsung disambung dengan kirab budaya dan pagelaran seni massal.

Pada Sabtu malam, Wakil Bupati Pasuruan bersama jajaran anggota DPRD Kabupaten Pasuruan juga dijadwalkan hadir. Agenda malam hari tersebut akan diisi dengan pembacaan macapat, seni banjari, doa lintas agama, pengajian kebangsaan, serta pemberian santunan sosial kepada 99 anak yatim piatu dan kaum dhuafa.Memasuki hari terakhir pada Minggu (23/8), setelah beberapa agenda seni pelengkap dipentaskan, pertunjukan seni reog akan tampil sebagai sajian pamungkas sekaligus menutup seluruh rangkaian acara secara resmi.

Memasuki hari terakhir pada Minggu (23/8), setelah beberapa agenda seni pelengkap dipentaskan, pertunjukan seni reog akan tampil sebagai sajian pamungkas sekaligus menutup seluruh rangkaian acara secara resmi.

"Awalnya wayang kulit direncanakan tampil pada hari terakhir. Namun, berdasarkan masukan dan pertimbangan dari para sesepuh budaya, prosesi ruwatan idealnya diawali dengan pagelaran wayang kulit. Oleh karena itu, kesenian wayang kulit sengaja kami tampilkan di hari perdana sebagai pembuka ritual," pungkasnya. (Zaq/red)
×
Berita Terbaru Update