Notification

×

Iklan

Iklan

HM Sampoerna Sukorejo Gelar AWS Forum 2026, Bahas Masa Depan DAS Kedunglarangan

Jumat, 14 Agustus 2026 | Agustus 14, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-14T09:34:54Z

PASURUAN, pojoktelu.com
PT HM Sampoerna Tbk - Sukorejo Plant menyelenggarakan Stakeholders Forum and Sharing Session AWS 2026 dengan mengangkat tema “Kolaborasi Berkelanjutan untuk Ketahanan Sumber Daya Air DAS Kedunglarangan”.

Acara yang berlangsung di Kaliandra Eco Resort, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan pada Kamis (13/8/2026) ini menjadi wadah dialog produktif. Forum ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur pemerintah, akademisi, praktisi konservasi, hingga dunia usaha.

Air merupakan sumber daya vital yang menopang kesehatan masyarakat, keberlanjutan ekosistem, serta pembangunan daerah. Namun, Daerah Aliran Sungai (DAS) Kedunglarangan saat ini masih menghadapi tantangan besar dari hulu hingga hilir.

Di kawasan hulu, degradasi lahan memicu urgensi upaya konservasi yang masif, salah satunya melalui program Hutan Asuh. Sementara di wilayah tengah dan hilir, peningkatan sanitasi aman serta pengelolaan kualitas air termasuk di Desa Ngadimulyo, Kecamatan Sukorejo menjadi langkah krusial demi menjaga kesehatan warga dan keberlanjutan pasokan air.

Melalui forum ini, PT HM Sampoerna Tbk menegaskan komitmennya dalam mendukung pengelolaan sumber daya air yang selaras dengan standar Alliance for Water Stewardship (AWS) Global. Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ruang diskusi, melainkan momentum memperkuat sinergi multipihak untuk menjaga kualitas dan kuantitas air tanah maupun air permukaan di Kabupaten Pasuruan.

Sesi workshop menghadirkan para narasumber ahli dari berbagai sektor yang saling melengkapi. Dari sudut pandang akademisi, Ir. Mas Agus Mardyanto, ME, Ph.D dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) memaparkan pemetaan tantangan serta rencana aksi (action plan) taktis dalam menghadapi krisis air di DAS Kedunglarangan.

Mewakili pemerintah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan, DR. Mohammad Nur Kholis, S.STP, MM, menjelaskan kondisi terkini serta strategi regulasi dan pengendalian kualitas air di wilayah tersebut.

Dari sisi berbasis masyarakat, Rudi selaku perwakilan Petani LPHD Lokajaya Binangun membagikan kisah sukses program Hutan Asuh sebagai model konservasi hulu berbasis komunitas. Sementara dari sektor industri, Anang Zakaria dari CCEP Indonesia turut menyoroti peran strategis dunia usaha dalam membangun kolaborasi ketahanan air.

Director Manufacturing East PT HM Sampoerna Tbk Sukorejo Plant, I Made Mahendra Wijaya, menegaskan bahwa forum ini adalah bukti nyata komitmen jangka panjang perusahaan.

"Dengan melibatkan akademisi, pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha, kami ingin memastikan bahwa DAS Kedunglarangan tetap lestari dan terjaga sebagai sumber kehidupan utama bagi masyarakat Pasuruan," ujar I Made Mahendra.

Gayung bersambut, Sekretaris Daerah Kabupaten Pasuruan, Yudha Triwidya Sasongko, S.Sos, M.Si, ikut menekankan pentingnya kerja bersama ini.

"Ketahanan air bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tugas bersama dunia usaha dan seluruh lapisan masyarakat. Melalui forum ini, mari kita susun langkah konkret agar kualitas dan kuantitas air di DAS Kedunglarangan terus terjaga demi generasi mendatang," tutur Yudha.

Melalui rangkaian forum dan workshop AWS 2026 ini, diharapkan lahir fondasi kolaborasi yang kokoh dalam tata kelola DAS Kedunglarangan. Beberapa poin penting yang diadopsi sebagai hasil kegiatan meliputi:

- Komitmen Bersama: Penguatan integrasi aksi dari konservasi hulu hingga perbaikan sanitasi di hilir.
- Dokumentasi Pembelajaran: Menyusun best practice yang telah berjalan agar menjadi referensi program serupa di masa depan.
- Rencana Tindak Lanjut Konkret: Merumuskan roadmap aksi nyata yang terukur guna memperkuat keberlanjutan program AWS 2026.
×
Berita Terbaru Update