PASURUAN, pojoktelu.com - Turnamen Sepak Bola Mini tingkat Sekolah Dasar (SD) se-Kecamatan Gempol yang berlangsung di Lapangan Bulusari resmi ditutup pada Sabtu (5/9/2026). Kompetisi sengit yang bergulir sejak 2 September 2026 ini sukses melahirkan para juara baru setelah menyisihkan puluhan tim lainnya.
Berdasarkan hasil pertandingan final, SDN Kejapanan 1 berhasil mengukuhkan diri sebagai Juara 1 dan membawa pulang hadiah pembinaan sebesar Rp1.000.000. Posisi Juara 2 diraih oleh SDN Bulusari 2 dengan hadiah Rp750.000, disusul oleh SDN Kepulungan 2 sebagai Juara 3 yang berhak atas hadiah Rp500.000.
Turnamen yang diikuti oleh 36 tim SD ini tidak hanya menjadi ajang memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan Hari Jadi Kabupaten Pasuruan ke-1097, tetapi juga menjadi momentum penting dalam memetakan potensi atlet cilik di wilayah Pasuruan.
Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat, yang sebelumnya membuka secara resmi turnamen ini, memberikan apresiasi tinggi atas suksesnya pelaksanaan kompetisi hingga babak final.
"Selamat kepada para pemenang, khususnya SDN Kejapanan 1 yang berhasil meraih podium tertinggi. Turnamen ini membuktikan bahwa Kecamatan Gempol memiliki gudang bakat sepak bola yang luar biasa," ujar Samsul Hidayat.
Menurut Samsul, potensi besar yang dimiliki anak-anak tersebut memerlukan dukungan serta pembinaan secara berkelanjutan. Ia juga berpesan kepada peserta yang belum berhasil juara agar tidak berkecil hati.
"Kami di jajaran legislatif akan terus mendukung kegiatan positif seperti ini agar pembinaan atlet usia dini di Kabupaten Pasuruan memiliki wadah yang berkelanjutan. Jangan patah semangat bagi yang belum juara, perjalanan kalian masih sangat panjang," imbuhnya.
Dukungan senada juga datang dari dunia pendidikan. Kepala Seksi (Kasi) Kurikulum dan Penilaian Bidang Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, Rica Wemy Stya Lestari, M.Pd., menilai kompetisi olahraga seperti ini sangat krusial untuk melengkapi perkembangan siswa di luar bidang akademik.
"Kami sangat bangga melihat antusiasme dan sportivitas yang ditunjukkan oleh anak-anak selama turnamen berlangsung. Dari kacamata kurikulum, kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari penguatan karakter siswa, seperti kerja sama tim, disiplin, dan daya juang yang tinggi," paparnya.
Rica berharap kompetisi serupa dapat terus diselenggarakan secara berkala agar para siswa memiliki ruang yang luas untuk mengasah minat dan bakat mereka sejak dini.
"Kami berharap kompetisi ini menjadi agenda rutin untuk mengasah bakat non-akademik siswa sejak dini, sekaligus menyelaraskannya dengan program pengembangan minat dan bakat anak di sekolah," pungkas Rica. (Zaq/red)
