Notification

×

Iklan

Iklan

Pastikan Stok Aman dan Harga Sesuai HET, Satgas Pangan Polres Pasuruan Sidak Pasar Bangil

Kamis, 10 September 2026 | September 10, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-11T13:13:04Z

PASURUAN, pojoktelu.com - Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kabupaten Pasuruan melalui Polres Pasuruan melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga dan ketersediaan beras di Pasar Bangil. Hasil pemantauan menunjukkan harga beras di sejumlah lapak pedagang masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET), sementara stok beras di pasaran dipastikan dalam kondisi aman.

Sidak tersebut dilakukan tim gabungan dengan menyasar lima lapak pedagang beras tradisional serta satu ritel minimarket di kawasan Pasar Bangil. Pengawasan difokuskan pada harga jual sekaligus ketersediaan beras, khususnya beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Kasatgas Pangan Polres Pasuruan, AKP Rizky Akbar Kurniadi, mengatakan pengawasan dilakukan sebagai langkah untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan distribusi beras kepada masyarakat tetap berjalan lancar.

"Berdasarkan hasil pengawasan di Pasar Bangil, kami tidak menemukan adanya transaksi penjualan di atas ketentuan HET dan stok pasokan dipastikan aman," ujar AKP Rizky.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, beras SPHP terpantau dijual sesuai ketentuan HET sebesar Rp12.500 per kilogram. Sementara beras medium memiliki HET Rp13.500 per kilogram.

Untuk beras premium yang memiliki batas HET Rp14.900 per kilogram, harga di tingkat pedagang justru terpantau berada di angka Rp14.500 per kilogram.

Menurut AKP Rizky, pengawasan tidak berhenti di Pasar Bangil. Satgas Pangan bersama dinas terkait akan memperluas pemantauan ke sejumlah pasar tradisional lainnya di Kabupaten Pasuruan.

Pasar yang menjadi sasaran pengawasan berikutnya antara lain wilayah Winongan, Pasrepan, Gempol, Pandaan, Prigen, Sukorejo, Wonorejo hingga Purwosari.

"Kami akan terus melakukan pemeriksaan di pasar-pasar wilayah lain untuk mengantisipasi potensi gejolak harga bahan pokok. Kami mengimbau kepada seluruh pedagang agar tetap menjual bahan pangan sesuai ketetapan pemerintah demi kenyamanan konsumen," tegasnya.

Di sisi lain, kondisi pasokan beras di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Pasuruan dilaporkan cukup bervariasi, dengan stok berkisar antara 2 hingga 10 ton.

Bahkan, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, pasokan beras di Pasar Purwosari baru saja mendapat tambahan sebanyak 10 ton. Beras tersebut kemudian disalurkan kepada lima pedagang setempat.

Meski ketersediaan beras relatif melimpah, minat masyarakat terhadap beras SPHP di Pasar Bangil justru disebut masih rendah. Kondisi tersebut diungkapkan sejumlah pedagang yang menjual beras program pemerintah tersebut.

Salah satu pedagang beras di Pasar Bangil, Endang, mengatakan beras SPHP kemasan 5 kilogram dijual dengan harga Rp60.000. Namun, dibandingkan jenis beras lainnya, permintaan terhadap SPHP di lapaknya masih relatif rendah.

"Penggemar beras SPHP di Pasar Bangil ini terbilang sangat sedikit. Bahkan stok yang saya punya masih tersisa cukup banyak dibandingkan beras jenis lain," ungkap Endang.

Sementara itu, Kanit II Ekonomi Polres Pasuruan sekaligus anggota Tim Satgas Pangan, Ipda Eko Hadi Saputro, menegaskan pihaknya akan terus memastikan ketersediaan bahan pokok di pasaran guna mencegah terjadinya kelangkaan maupun lonjakan harga.

Ia juga mengingatkan para pedagang agar mematuhi ketentuan harga yang telah ditetapkan pemerintah. Jika dalam pengawasan ditemukan adanya pelanggaran, Satgas Pangan akan mengambil langkah sesuai ketentuan yang berlaku.

"Apabila nantinya ditemukan penjualan beras di atas HET, Satgas Pangan akan memberikan teguran keras. Jika masih membandel, kami tak akan segan melakukan pencabutan izin usaha," tegas Ipda Eko.
×
Berita Terbaru Update