PASURUAN, pojoktelu.com - Pemerintah Kabupaten Pasuruan resmi menggelar ajang UMKM Award Kabupaten Pasuruan 2026 di Gedung PCC Bang Kodir, Bangil, Selasa (1/9/2026). Acara ini menjadi momentum penting untuk mengapresiasi sekaligus memacu para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar melek digital dan memperluas akses pasar.
Agenda ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Pasuruan, Gus Shobih Asrori, dan Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoprindag) Kabupaten Pasuruan, Taufiqul Ghoni. Puluhan pelaku UMKM dari berbagai sektor, termasuk industri kreatif dan kerajinan, turut memadati lokasi acara.
Kepala Diskoprindag Kabupaten Pasuruan, Taufiqul Ghoni, mengakui bahwa tantangan terbesar pelaku usaha lokal saat ini adalah masalah mutu produk dan keterbatasan penetrasi pasar.
"Pengembangan UMKM menghadapi tantangan besar, terutama pada akses pasar dan kualitas produk. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen menghadirkan program stimulus yang konkret agar mereka punya daya saing kuat," ujar Taufiqul Ghoni.
Ia menambahkan, UMKM Award bukan sekadar seremonial bagi-bagi piala. Ajang ini merupakan wadah nyata untuk memberikan ruang tumbuh sekaligus apresiasi atas kerja keras para pelaku usaha lokal.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Bupati Pasuruan, Gus Shobih Asrori, menegaskan bahwa pelaku usaha harus berani bermigrasi dari sistem penjualan konvensional (offline) ke ekosistem digital (online). Transformasi ini dinilai krusial agar produk lokal Pasuruan bisa bersaing di kancah nasional hingga global.
"Kami ingin pasar UMKM Pasuruan semakin luas. Pedagang yang selama ini mengandalkan toko fisik harus mulai kita dorong dan dampingi untuk masuk ke marketplace dan ekosistem digital," tegas Gus Shobih.
Sebagai langkah konkret, Pemkab Pasuruan telah menjalankan program Sekolah Lapang yang bekerja sama dengan Universitas Brawijaya (UB) untuk membina sektor kerajinan dan produk unggulan lainnya.
Namun, Gus Shobih mengingatkan bahwa pasar digital yang luas juga membawa konsekuensi tingginya standar konsumen. Pelaku UMKM dituntut untuk terus adaptif dalam meningkatkan inovasi produk, kualitas kemasan (packaging), hingga strategi pemasaran visual.
"Semakin terbuka pasarnya, konsumen akan semakin kritis. UMKM kita tidak boleh cepat puas. Harus terus berinovasi agar tidak tergilas kompetisi," jelasnya.
Lebih lanjut, Gus Shobih menekankan pentingnya sinergi konsep demi membangun ekonomi daerah yang kokoh. Pemkab Pasuruan tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan bangku akademisi, komunitas, dan sektor swasta.
"Mari bersama-sama kita wujudkan UMKM Kabupaten Pasuruan yang naik kelas dan skala usahanya meningkat, demi menjadi motor utama penggerak ekonomi daerah," pungkas Gus Shobih.
