Notification

×

Iklan

Iklan

Atasi Krisis Air, Pemkab Pasuruan Dropping Air bersih ke Lumbang, Pasrepan, dan Winongan

Selasa, 25 Agustus 2026 | Agustus 25, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-26T03:13:07Z

PASURUAN, pojoktelu.com
Pemerintah Kabupaten Pasuruan bergerak cepat mengatasi krisis air bersih dengan mendistribusikan pasokan ke 12 desa yang terdampak kekeringan di kecamatan sejak akhir Juli 2026. Langkah ini diambil oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat setempat.

Wilayah terdampak yang menjadi prioritas utama distribusi ini tersebar di Kecamatan Lumbang, Pasrepan, Winongan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, menyatakan bahwa pengiriman air bersih masih berjalan intensif. Kebijakan ini diperkuat setelah Bupati Pasuruan resmi menetapkan status tanggap darurat kekeringan di wilayah tersebut.

"Bapak Bupati sudah mengeluarkan SK mengenai status tanggap darurat kekeringan di Kabupaten Pasuruan. Atas dasar itulah distribusi air bersih ke desa-desa terdampak terus kami laksanakan sampai sekarang," ujar Sugeng.

Peta wilayah kekeringan di Kabupaten Pasuruan saat ini mencakup diantaranya:

- Kecamatan Lumbang 5 desa yakni Karangjati, Bulukandang, Watulumbung, Pancur, dan Banjarimbo.
- Kecamatan Pasrepan 6 desa yakni Klakah, Ngantungan, Pasrepan, Galih, Sibon, dan Pentung.
- Kecamatan Winongan 1 Desa yakni Kedungrejo.

Untuk memastikan kebutuhan warga terpenuhi, BPBD mengerahkan armada tangki secara rutin setiap desa mendapatkan jatah dua tangki air bersih dalam satu kali pengiriman. Dimana masing-masing dalam satu tangki berkapasitas 5.000 liter.

"Artinya, dalam satu hari kami melakukan dropping sebanyak 10.000 liter air bersih untuk setiap desa," jelasnya.

Teknis di lapangan, bantuan air bersih ini ditampung pada titik-titik strategis yang mudah diakses oleh masyarakat. Warga di wilayah terdampak biasanya telah bersiap di lokasi dropping dengan membawa wadah dari rumah, seperti ember dan jeriken. Skema ini terbukti efektif sehingga bantuan bisa langsung dimanfaatkan.

"Insya Allah, kebutuhan air bersih warga di masing-masing desa terdampak akan selalu tercukupi," imbuhnya.

BPBD berkomitmen untuk terus mengawal pasokan ini selama masyarakat masih membutuhkan. Di sisi lain, Sugeng juga mengimbau warga agar menggunakan bantuan air tersebut secara bijak dan hemat.

"Kami berharap warga memprioritaskan air bersih ini untuk kebutuhan yang paling krusial terlebih dahulu, seperti untuk minum, memasak, dan mandi," pungkasnya.
×
Berita Terbaru Update