Notification

×

Iklan

Iklan

Sambut Tegal Desa, Pemdes Randupitu Pasuruan Gelar Ziarah Leluhur hingga Kirab Ancak Babat Alas

Sabtu, 05 September 2026 | September 05, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-05T07:42:41Z

PASURUAN, pojoktelu.com - Ziarah leluhur menjadi bagian penting dari rangkaian tradisi Tegal Desa yang digelar Pemerintah Desa (Pemdes) Randupitu, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu (5/9/2026) pagi. Dengan mengunjungi makam para sesepuh, pepunden, serta sejumlah kepala desa yang telah wafat.

Kepala Desa Randupitu, Mochammad Fuad, memimpin langsung kegiatan ziarah ini. Sejumlah perangkat desa, tokoh masyarakat, dan tokoh agama turut mengikuti perjalanan ke makam para leluhur yang tersebar di wilayah Dusun Randupitu, Dusun Gesing, hingga kawasan Babat.


Tradisi tahunan ini dilakukan menjelang puncak Tegal Desa. Selain melestarikan budaya, ziarah tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk mengenang jasa para pendahulu sekaligus mengirimkan doa.

Rombongan mengawali ziarah dari Makam Buyut Biru, salah satu pepunden Dusun Randupitu. Setelah itu, ziarah berlanjut ke kompleks makam umum Dusun Randupitu untuk mendatangi makam Lurah Singowongso. Berdasarkan sejarah setempat, Lurah Singowongso merupakan kepala desa yang memimpin pada masa Hindia Belanda.

Rombongan kemudian mendatangi makam Lurah Abdul Rasad yang menjabat pada masa awal kemerdekaan Indonesia, disusul makam Lurah Jamak yang berada di kompleks makam keluarga.

Perjalanan berlanjut ke Dusun Gesing untuk mengunjungi makam Lurah Mustakim di pemakaman umum setempat. Setelah itu, rombongan menuju makam Mbah Suranten, pepunden Dusun Gesing yang terletak di kawasan lembah, lalu diteruskan ke makam Mbah Lamdaur.

Di lokasi tersebut, Supaat, keturunan ketujuh dari Mbah Muallim, menceritakan sejarah pembukaan kawasan lembah Gesing kepada rombongan. Menurut Supaat, kawasan tersebut dulunya merupakan alas atau hutan belantara. Mbah Muallim bersama istrinya, Nyai Ru, dibantu empat orang putranya, menjadi perintis yang membuka lahan tersebut menjadi permukiman dan area pertanian.

Warisan tanah leluhur mencakup area sekitar satu hektare itu kini dikelola secara turun-temurun oleh keturunan Mbah Muallim, termasuk Supaat, saudaranya Mudin, serta anggota keluarga lainnya.

Kepala Desa Randupitu, Mochammad Fuad, menegaskan bahwa ziarah ke makam leluhur dan mantan perangkat desa ini sudah menjadi agenda rutin setiap tahun.

“Tradisi ziarah ke makam para leluhur dan almarhum perangkat desa ini tujuannya untuk mengirimkan doa kepada para pendahulu yang telah berpulang. Ini bentuk penghormatan atas jasa-jasa mereka dalam sejarah desa,” ujar Fuad.

Setelah ziarah, Pemdes Randupitu melanjutkan rangkaian Tegal Desa dengan menggelar tradisi budaya bertajuk Kirab Ancak Babat Alas Randupitu Raden Singowongso Mindha Pendopo pada Sabtu malam.

Acara dijadwalkan mulai pukul 18.00 WIB dengan rute dari Balai Desa Randupitu dan berakhir di Lapangan Desa Randupitu. Rangkaian acara malam nanti akan dimeriahkan dengan kirab obor/jalan santai malam, pembacaan Burdah bersama Hadrah Ishari, pentas seni TK se-Desa Randupitu, gebyar budaya, serta pembagian doorprize.

Panitia juga telah menyediakan berbagai hadiah menarik untuk warga yang berpartisipasi, dengan hadiah utama berupa sepeda listrik serta berbagai alat elektronik senilai jutaan rupiah.

Melalui perpaduan tradisi ziarah dan kirab budaya ini, Pemdes Randupitu berharap bisa memperkuat kebersamaan warga sekaligus menjaga ingatan kolektif generasi muda terhadap sejarah desanya. (Zaq/fii/red)
×
Berita Terbaru Update