Notification

×

Iklan

Iklan

Tanggap Krisis Kekeringan, Pemprov Jatim dan Pemkab Pasuruan Salurkan Air Bersih serta Sembako di Lumbang

Minggu, 06 September 2026 | September 06, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-06T15:23:01Z

PASURUAN, pojoktelu.com - Dampak kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah di Jawa Timur memicu langkah cepat dari pemerintah untuk memperkuat penanganan krisis air bersih. Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Pemerintah Kabupaten Pasuruan bersinergi menyalurkan bantuan air bersih dan paket sembako kepada masyarakat terdampak di Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, Minggu (6/9/2026) siang.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengungkapkan bahwa saat ini tercatat ada 24 kabupaten/kota di wilayahnya yang telah menetapkan status Surat Keputusan (SK) darurat kekeringan akibat kemarau panjang yang terjadi.

"Ada 24 kabupaten/kota yang mengeluarkan SK darurat kekeringan karena kemarau yang panjang. Dari total wilayah tersebut, kehadiran kami di Kabupaten Pasuruan hari ini merupakan titik kunjungan yang ke-24," ujar Khofifah saat meninjau lokasi pendistribusian.

Menurut Khofifah, jajaran pemerintah bersama tim penanggulangan bencana terus memperluas jangkauan distribusi air bersih langsung ke titik-titik krisis. Selain pasokan air, bantuan sembako turut diberikan guna meringankan beban ekonomi harian warga setempat.

"Kami bersama seluruh tim bergerak ke setiap titik untuk berbagi air bersih sekaligus sembako. Upaya ini kami lakukan agar keterjangkauan masyarakat dalam mengakses kebutuhan dasar tetap terpenuhi di tengah situasi sulit ini," tambahnya.

Sebagai langkah antisipasi yang lebih strategis, Pemprov Jatim juga menyiagakan skema Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Skema tersebut siap dieksekusi apabila pergerakan potensi awan di atas daratan memungkinkan untuk dimodifikasi menjadi hujan buatan.

"Kami terus standby. Mulai tanggal 6 September ini diprediksi ada pergerakan awan potensial. Jika awan tersebut bergerak memasuki wilayah daratan, kami akan segera menggelar operasi modifikasi cuaca agar bisa memicu turunnya hujan," jelas Khofifah.

Tak hanya mengandalkan pendekatan teknis, Khofifah juga mengajak para tokoh agama dan masyarakat di Kabupaten Pasuruan untuk memperkuat ikhtiar religius melalui pelaksanaan salat Istisqa.

"Bagi daerah-daerah yang memiliki kekuatan religiusitas tinggi seperti di Pasuruan, saya memohon dan mengimbau para tokoh agama berkenan menggerakkan pelaksanaan salat Istisqa atau salat meminta hujan," ucapnya.

Ia berharap perpaduan antara langkah teknis OMC dan doa bersama masyarakat dapat segera mendatangkan berkah hujan guna mengakhiri persoalan kekeringan.

Sementara itu, Bupati Pasuruan, HM Rusdi Sutejo, menjelaskan bahwa metode dropping air menggunakan armada tangki ke tandon-tandon warga saat ini masih menjadi solusi temporer utama untuk menyelamatkan pasokan kebutuhan harian. Meski demikian, fokus masa depan Pemkab Pasuruan adalah melahirkan penyelesaian yang berkelanjutan.

"Untuk solusi temporer, kami bantu menggunakan tandon air. Namun, kami tidak berhenti di sini; saat ini kami sedang merumuskan solusi permanen agar delapan desa yang rawan krisis ini ke depannya bebas dari masalah kekeringan tahunan," tegas Bupati yang akrab disapa Mas Rusdi tersebut.

Mas Rusdi menambahkan, skema jangka panjang tersebut telah disampaikan langsung kepada pihak provinsi. Ia berharap kolaborasi intensif dengan Pemprov Jatim mampu mempercepat realisasi infrastruktur air bersih yang mandiri bagi desa-desa terdampak.

"Saya sudah matur (menyampaikan) hal ini kepada Ibu Gubernur. Insyaallah, dukungan dan bantuan dari pemerintah provinsi akan segera turun sehingga delapan desa kami mendapatkan solusi permanen dan tidak lagi mengalami krisis air bersih setiap musim kemarau tiba," pungkasnya. (Zaq/dim/red)
×
Berita Terbaru Update