MALANG KOTA, pojoktelu.com – Tak hanya memberikan pengawalan dan pengamanan selama aksi damai Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu, Polresta Malang Kota juga menunjukkan aksi nyata kepedulian lingkungan. Personel gabungan Polresta Malang Kota bersama petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang bergerak cepat bergotong royong membersihkan sisa material di Bundaran Jalan Tugu, Rabu (28/10/2026).
Pembersihan material yang dipungut satu per satu ini dilakukan untuk mengembalikan kebersihan kawasan. Selain menjaga keselamatan pengguna jalan, langkah ini sekaligus untuk mempertahankan keindahan Alun-Alun Tugu yang menjadi salah satu ikon utama Kota Malang.
Sebelumnya, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo P.S. memberikan apresiasi tinggi kepada mahasiswa dan masyarakat yang tergabung dalam aliansi tersebut. Ia memuji massa aksi yang telah menyampaikan aspirasinya secara tertib.
"Penyampaian aspirasi merupakan bagian dari kehidupan demokrasi. Kami sangat mengapresiasi para peserta aksi yang telah menjaga situasi tetap kondusif hingga kegiatan selesai," ujar Kombes Pol Danang.
Seusai massa membubarkan diri, Kabagops Polresta Malang Kota Kompol Rizki Julianda Putera Buna langsung memimpin personel gabungan, termasuk anggota Provos dan petugas DLH, untuk menyisir seluruh kawasan Bundaran Jalan Tugu.
Petugas memungut berbagai material yang tertinggal, mulai dari kain spanduk, kertas, potongan kayu, bambu, hingga sisa kemasan makanan dan minuman.
“Setelah kegiatan selesai, kami bersama petugas DLH langsung bergerak membersihkan lingkungan agar fasilitas umum kembali bersih dan aman digunakan oleh masyarakat,” ujar Kompol Rizki.
Material berbahaya seperti potongan kayu dan bambu yang berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas dikumpulkan secara manual. Sampah-sampah yang telah terkumpul kemudian dipilah sebelum diangkut menggunakan truk sampah milik DLH Kota Malang.
Kompol Rizki menjelaskan, aksi bersih-bersih ini bukan sekadar membersihkan sisa demonstrasi, melainkan bentuk tanggung jawab untuk memastikan ruang publik kembali nyaman.
“Material seperti kayu dan bambu yang tertinggal di jalan harus segera disingkirkan karena berpotensi membahayakan pengendara. Sampah di area taman juga kami bersihkan agar estetika Bundaran Tugu tetap terjaga,” tambahnya.
Keterlibatan aktif personel kepolisian ini membuktikan bahwa pelayanan Polri tidak berhenti begitu saja setelah pengamanan aksi usai. Sinergi antara Polresta Malang Kota dan DLH ini menjadi potret pendekatan humanis kepolisian yang tetap mengedepankan keamanan, kenyamanan, serta kepentingan masyarakat luas.
