Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Wajib Belajar 9 Tahun Gratis, Hanyalah Isapan Jempol Belaka

Senin, 05 Februari 2024 | Februari 05, 2024 WIB | 0 Views Last Updated 2024-02-05T11:06:23Z


Pasuruan,Pojoktelu.com
Setiap orang tua pasti melakukan yang terbaik untuk anak-anaknya, apalagi di era digital di zaman sekarang. Terutama dalam dunia pendidikan tentu menjadi prioritas utama dalam keluarga dan yang pasti orang tua akan memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya.

Namun hal itu disayangkan dunia pendidikan kembali tercoreng tidak sedikit dalam dunia pendidikan tersebut memanfaatkan situasi untuk memperkaya diri. 

Seperti halnya yang dilakukan oleh SMP NEGERI 1 BEJI sudah jelas dalam pembiayaan sekolah sudah di danai oleh pemerintah melalui dana BOS. Namun pihak sekolah masih memperjual belikan seragam dan memungut biaya Infaq.

Menurut salah satu wali murid yang enggan di sebutkan namanya mengatakan, "bahwa di SMP Negeri 1 Beji memperjual belikan Seragam dengan harga Rp. 1.500.000 (Satu juta Lima ratus ribu rupiah) dan juga ada Infaq sebesar Rp. 600.000 (Enam ratus ribu rupiah) per-siswa" ujar salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya.

Tentu saja hal ini membebankan Orang Tua/Wali Murid. Walaupun itu sebenarnya berat tapi sebagai Orang tua/Wali murid bagaimana pun itu demi anak yang artinya tetap di bayar walaupun itu berat. 

Dalam undang-undang ketentuan Pasal 9 Ayat (1) Permendikbud Nomor 44 Tahun 2012 tentang pungutan dan sumbangan biaya pendidikan disebutkan bahwa. Satuan pendidikan dasar yang diselenggarakan oleh pemerintah atau pemerintah daerah dilarang memungut biaya satuan pendidikan.

Lebih lanjut juga dijelaskan. Berdasarkan Permendikbud No. 44 Tahun 2012 dan Permendikbud No. 75 Tahun 2016. Tertera. Pungutan tidak boleh dilakukan kepada peserta didik, orang tua, atau wali murid yang tidak mampu secara ekonomis.

Sementara itu Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Beji Yayuk Sudarwati, S.Pd.,M.Pd saat dikonfirmasi awak media, melalui pesan singkat WhatsApp beliaunya enggan menjawab meskipun nampak terbaca.

Menurut Satpam SMP Negeri 1 Beji ketika awak media datang untuk konfirmasi mengatakan bahwa. Kepala sekolah tidak ada di ruangannya dan selalu berbicara seperti itu. Hal itu entah merupakan sandiwara atau sengaja menghindari awak media. Bersambung....(Red)
×
Berita Terbaru Update