SIDOARJO, pojoktelu.com
Kondisi bangunan SDN Putat Tanggulangin yang kian memprihatinkan memicu perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, melakukan tinjauan langsung ke lokasi pada Rabu (22/4) guna memastikan langkah percepatan perbaikan infrastruktur sekolah tersebut.
Saat berkeliling, Hj. Mimik Idayana mendapati rangka atap sekolah yang sudah melengkung dan plafon ruang kelas yang berlubang. Kondisi ini dinilai sangat membahayakan keselamatan siswa dan guru saat proses belajar mengajar berlangsung.
Merespons hal tersebut, Wabup Mimik langsung menginstruksikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo, Tirto Adi, untuk segera memprioritaskan revitalisasi total. Selain bersumber dari APBD Sidoarjo, ia juga akan mengupayakan tambahan anggaran melalui Bantuan Presiden (Banpres) Pendidikan tahun ini.
“Melihat kondisinya, memang sudah waktunya renovasi total. InsyaAllah, kita upayakan bantuan dari Banpres juga, mudah-mudahan di-ACC. Saya ingin memastikan perbaikan dilakukan tahun ini agar siswa aman dan nyaman,” tegas Hj. Mimik usai meninjau ruang kelas.
Renovasi ini nantinya tidak hanya menyasar atap, plafon, serta kusen pintu dan jendela yang lapuk dimakan rayap, tetapi juga menyentuh bangunan bekas rumah dinas guru dan kepala sekolah yang terbengkalai. Sesuai rencana, dua bangunan tersebut akan dialihfungsikan menjadi ruang serbaguna dan musholla.
Selain infrastruktur, Wabup Mimik juga menaruh perhatian pada pemenuhan gizi siswa. Ia berjanji akan mengupayakan 100 siswa SDN Putat untuk mendapatkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan mencari dapur Satuan Pelayanan Pemakanan Bergizi (SPPG) terdekat.
Sementara itu, Kepala SDN Putat Tanggulangin, Rizky Febrianto, mengungkapkan rasa syukurnya atas perhatian Pemkab. Menurutnya, sekolah tersebut sudah hampir 10 tahun tidak tersentuh renovasi gedung secara menyeluruh. Perbaikan terakhir hanya dilakukan di sisi gedung utara, sementara gedung selatan belum pernah diperbaiki.
“Atap di sisi selatan sudah melengkung, kami sangat khawatir ambruk. Selain itu, kami juga berharap bekas rumah dinas yang hampir roboh bisa segera dibangun kembali menjadi musholla. Selama ini, anak-anak terpaksa sholat dhuha di halaman sekolah karena tidak ada ruangan,” jelas Rizky.
Dengan adanya tinjauan ini, pihak sekolah berharap enam ruang kelas yang ada serta fasilitas penunjang lainnya dapat segera diperbaiki demi meningkatkan kualitas pendidikan di SDN Putat Tanggulangin. (*)
