Notification

×

Iklan

Iklan

Pasuruan Sound Carnival 2026 di Desa Winong Gempol Sukses Sedot Ribuan Pengunjung

Sabtu, 16 Mei 2026 | Mei 16, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-16T17:31:45Z


PASURUAN, pojoktelu.com
Lapangan PT Agip di Desa Winong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, berubah menjadi lautan cahaya dan dentuman musik yang menggelegar pada Sabtu (16/5/2026) malam.

Sebanyak 30 audio entertainment dari berbagai daerah tampil memukau dalam gelaran Pasuruan Sound Carnival 2026 yang sukses menyedot perhatian ribuan warga.

Atmosfer kemeriahan sudah terasa sejak sore hari. Puluhan vendor audio mulai memamerkan karakter suara khas mereka, menciptakan identitas hiburan sound horeg yang bertenaga dan penuh energi.

Pasuruan Sound Carnival 2026 ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni 16–17 Mei 2026. Agenda hari pertama dibuka dengan sesi cek sound, doa bersama, hingga prosesi pemotongan tumpeng.

Prosesi sakral tersebut dipimpin langsung oleh Pemerintah Desa Winong sebagai wujud syukur. Sekaligus harapan agar acara berjalan aman dan kondusif.

Kepala Desa Winong, Amiril, mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat terhadap festival ini sangat luar biasa. Penonton yang memadati lokasi tidak hanya berasal dari warga lokal, melainkan juga pencinta sound dari luar daerah Pasuruan.

"Ini adalah bagian dari kegiatan seni. Alhamdulillah, antusiasme warga cukup tinggi. Tidak hanya warga Winong, masyarakat dari luar daerah pun ikut datang mendukung dan meramaikan," ujar Amiril.

Selain menyuguhkan hiburan, festival ini terbukti membawa dampak instan bagi perekonomian lokal. Sedikitnya 100 pelaku UMKM kuliner ikut ambil bagian menempati area sekitar lokasi acara. Kehadiran pasar rakyat dadakan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.

"Warga sejak awal memang sangat bersemangat. Pelaku UMKM juga langsung menyerbu pendaftaran untuk ikut berjualan selama dua hari ini," tambah Amiril.

Menariknya, di tengah citra sound horeg yang lekat dengan hiburan malam, warga Winong menginisiasi kegiatan religi sebagai penyeimbang moral. Atas permintaan masyarakat, agenda doa bersama sengaja disisipkan di awal acara.

"Kegiatan doa bersama ini murni aspirasi masyarakat. Jadi, meskipun ada hiburan sound horeg, warga ingin ada keseimbangan spiritual. Harapannya, ini bisa membimbing anak-anak muda kita ke arah yang lebih baik," pungkasnya.

Puncak kemeriahan Pasuruan Sound Carnival 2026 diprediksi akan kembali pecah pada Minggu (17/5/2026) besok, yang bakal diisi oleh penampilan live performance DJ ternama. (Zaq/ind/red)
×
Berita Terbaru Update