Notification

×

Iklan

Iklan

Meriah! Ribuan Warga Padati Puncak Gebyar Budaya Bhumi Pasuruan di Gempol

Minggu, 28 Juni 2026 | Juni 28, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-28T15:41:15Z



PASURUAN, pojoktelu.com
Ribuan masyarakat memadati kawasan Wisata Air Panas Wong Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, pada Minggu (28/6/2026). Kehadiran massa ini untuk menyaksikan puncak acara Gebyar Budaya Bhumi Pasuruan yang mengusung tema "Mahakarya Puspitarum".

Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pasuruan tersebut. Menyuguhkan pertunjukan spektakuler bertajuk "Selebrasi 1.000 Penari dan Gempita Tradisi Bumi Prasasti".

Sebanyak 1.000 penari dari berbagai sanggar seni se-Kabupaten Pasuruan tampil memukau. Mereka membawakan tarian kolosal dengan latar belakang panorama alam terbuka Wong Kepulungan yang asri. Penampilan epik ini memadukan keindahan seni tari tradisional dengan narasi sejarah yang menggambarkan kejayaan masa lalu Bhumi Pasuruan melalui gerak, irama, dan koreografi megah.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting daerah. Di antaranya Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasuruan Mela Rusdi Sutejo, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Adinda Denisa, serta anggota DPRD Kabupaten Pasuruan Febri Irawan Darwis. Hadir pula jajaran Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, hingga unsur Forkopimcam Gempol.

Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Kabupaten Pasuruan, Mela Rusdi Sutejo, memberikan apresiasi tinggi atas lahirnya Tari Puspitarum sebagai identitas budaya baru khas daerah.

"Saya sangat mengapresiasi karena Kabupaten Pasuruan kini telah memiliki tari khas sendiri, yaitu Tari Puspitarum. Ini adalah sebuah kebanggaan bersama yang harus terus kita jaga, rawat, dan lestarikan," ujar Mela.

Ia juga menaruh harapan besar kepada generasi muda agar aktif mengambil peran dalam menjaga warisan leluhur tersebut di tengah derasnya arus modernisasi.

"Harapan saya ke depan, anak-anak dan generasi muda dapat meneruskan serta menjaga eksistensi budaya Kabupaten Pasuruan agar tidak punah," imbuhnya.

Lebih lanjut, Mela berharap agar Gebyar Budaya Bhumi Pasuruan dapat terus berkembang dan dikemas secara lebih masif di tahun-tahun mendatang.

"Ke depan, saya berharap kegiatan ini bisa digelar lebih besar, lebih meriah, dan mampu bertransformasi menjadi agenda budaya tahunan berskala nasional," pungkasnya. (*)
×
Berita Terbaru Update