PASURUAN, pojoktelu.com
Duka mendalam menyelimuti warga Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Kecelakaan maut beruntun terjadi di jalur Malang–Surabaya, tepatnya di Desa Ngerong, Senin (27/7) pagi. Sebuah truk bermuatan kertas hilang kendali lalu menghantam sejumlah kendaraan dan deretan rumah warga, hingga mengakibatkan empat orang meninggal dunia.
Tragedi ini bermula sekitar pukul 05.45 WIB. Berdasarkan rekaman CCTV di lokasi kejadian, arus lalu lintas awalnya terpantau ramai lancar. Saat itu, dua truk Mitsubishi Colt Diesel berwarna kuning sedang melaju beriringan dari arah Malang menuju Surabaya.
Petaka datang dari arah belakang. Sebuah truk bermuatan kertas bernomor polisi DK 8019 DG melaju kencang dan langsung menyeruduk truk Colt Diesel bernopol N 8591 BG di depannya. Sopir truk kertas diduga kuat tidak mampu mengendalikan laju kendaraannya akibat rem blong.
Benturan yang sangat keras melempar truk Colt Diesel tersebut hingga melompati median jalan masuk ke jalur berlawanan. Dari arah Surabaya menuju Malang, sebuah truk tangki air sedang melaju dan tabrakan adu banteng pun tidak terhindarkan. Tiga orang meninggal dunia korban terdiri dari pengemudi truk colt diesel serta dua pengendara sepeda motor.
“Truk yang tertabrak terdorong ke jalur berlawanan lalu menghantam truk tangki air dari arah Surabaya menuju Malang. Di titik tersebut, ada dua sepeda motor yang ikut menjadi korban,” kata Kasat Lantas Polres Pasuruan, AKP Jauhar.
Kecelakaan ini tidak berhenti di situ. Truk Colt Diesel kuning kedua yang berada di depan juga ikut terhantam. Kendaraan ini terlempar ke seberang jalan, melindas pengendara motor lainnya, dan baru berhenti setelah merangsek masuk ke pekarangan rumah warga.
Sementara itu, truk muat kertas yang menjadi pemicu utama kecelakaan maut ini terus meluncur liar sejauh 500 meter ke arah utara. Truk raksasa tersebut baru berhenti total setelah menghantam runtuh deretan rumah warga di sisi timur Jalan Raya Gempol.
“Sopir truk penyebab kecelakaan juga dilaporkan meninggal dunia setelah sempat dievakuasi. Dengan demikian, total korban jiwa sementara menjadi 4 orang. Kami juga mencatat enam korban lainnya mengalami luka ringan hingga berat, dan seluruhnya sudah dilarikan ke beberapa rumah sakit terdekat,” urai AKP Jauhar.
Akibat kecelakaan karambol ini, jalur utama Malang–Surabaya sempat lumpuh total. Guna mengurai kemacetan panjang, petugas kepolisian langsung memberlakukan sistem contra flow.
“Untuk penyebab pasti kecelakaan masih terus kami dalami melalui olah TKP. Saat ini fokus utama kami adalah mengevakuasi bangkai kendaraan agar arus lalu lintas bisa kembali normal,” pungkas Jauhar. (*)
