Sejak Sabtu (25/7/2026) malam, ribuan jemaah dari berbagai daerah telah memadati kawasan Lapangan Desa Bulusari. Arus kedatangan terus meningkat hingga selepas salat Subuh, mengubah lapangan menjadi lautan manusia yang larut dalam lantunan dzikir dan doa pada Manaqib dan Dzikrul Ghofilin putaran ke-597.
Besarnya antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan yang digagas Pondok Pesantren Ngalah ini tidak hanya menjadi tradisi spiritual, tetapi juga telah berkembang menjadi ruang konsolidasi sosial yang memperkuat ukhuwah Islamiah sekaligus mempererat persaudaraan antarwarga.
Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat, menyebut pelaksanaan perdana Manaqib dan Dzikrul Ghofilin di Kecamatan Gempol sebagai momentum bersejarah yang akan menjadi bagian penting dalam perjalanan masyarakat Gempol.
"Ini merupakan momentum yang bersejarah bagi Kecamatan Gempol. Untuk pertama kalinya Manaqib dan Dzikrul Ghofilin dilaksanakan di Gempol dan diikuti puluhan ribu jemaah. Tentu ini menjadi kebanggaan sekaligus bentuk kebersamaan masyarakat dalam bermunajat kepada Allah SWT," ujarnya.
Menurut Samsul, kegiatan tersebut memiliki makna yang jauh lebih besar dibanding sekadar agenda rutin keagamaan. Manaqib dan Dzikrul Ghofilin menjadi wadah memperkuat persatuan umat, meningkatkan kualitas spiritual masyarakat, sekaligus mengingatkan pentingnya mendekatkan diri kepada Allah SWT di tengah dinamika kehidupan modern.
"Manaqib dan Dzikrul Ghofilin ini selain untuk meningkatkan ukhuwah Islamiah sesama muslim, juga menjadi momentum untuk meluangkan waktu mengingat Allah selaku Sang Pencipta dan Pemilik kehidupan, sehingga dapat meningkatkan kualitas iman dan takwa kepada-Nya," katanya.
Ia menegaskan, menghadapi tantangan global dan berbagai persoalan kehidupan tidak cukup hanya mengandalkan ikhtiar lahiriah berupa kerja dan usaha semata. Menurutnya, keberhasilan juga harus dibarengi dengan ikhtiar batiniah melalui doa, dzikir, dan munajat kepada Allah SWT.
"Dalam menjawab tantangan global, tidak bisa hanya sebatas ikhtiar dari sisi lahiriah, tetapi harus dibarengi dengan upaya batiniah. Kita harus haqqul yakin atas kedahsyatan sebuah doa yang terkadang banyak diabaikan oleh masyarakat luas," ungkapnya.
Samsul berharap doa-doa yang dipanjatkan dalam kegiatan tersebut membawa keberkahan, bukan hanya bagi masyarakat Kecamatan Gempol, tetapi juga untuk seluruh Kabupaten Pasuruan agar senantiasa diberikan keselamatan, persatuan, serta kemajuan pembangunan.
"Doa yang dipanjatkan pagi ini bukan hanya untuk keselamatan masyarakat Kecamatan Gempol, tetapi juga Kabupaten Pasuruan secara keseluruhan. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan perlindungan, menjauhkan daerah kita dari segala musibah, mempererat persaudaraan, serta melimpahkan keberkahan dalam setiap langkah pembangunan," tuturnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Manaqib dan Dzikrul Ghofilin ke-597, Subkhan, mengatakan pelaksanaan perdana di Kecamatan Gempol menjadi tonggak sejarah baru bagi masyarakat setempat.
"Acara ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan di Kecamatan Gempol. Ini termasuk sejarah bagi Kecamatan Gempol. Alhamdulillah, mulai awal sampai akhir kegiatan berjalan dengan lancar, tertib, dan aman," ujarnya.
Ia menjelaskan, suksesnya kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai elemen masyarakat. Kegiatan ini diinisiasi oleh Alumni Ikatan Santri Ngalah Gempol (IKSAN Ngalah Gempol) bersama Forkopimcam Gempol, pemerintah desa, Nahdlatul Ulama beserta badan otonomnya, serta berbagai unsur masyarakat lainnya.
"Semangat kebersamaan menjadi kekuatan utama terselenggaranya acara ini. Kami mengemas kegiatan ini sebagai doa bersama untuk kesejahteraan, keselamatan, dan keberkahan seluruh masyarakat Kecamatan Gempol," jelas Subkhan.
Tiniginya animo masyarakat juga terlihat dari konsumsi yang disiapkan panitia. Sebanyak 30 ribu porsi makanan disediakan bagi para jemaah dan seluruhnya habis dibagikan.
"Alhamdulillah, sekitar 30 ribu porsi konsumsi yang kami siapkan semuanya ludes. Ini menjadi bukti besarnya antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini," imbuhnya.
Manaqib dan Dzikrul Ghofilin putaran ke-597 turut dihadiri Romo KH M. Sholeh Bahrudin beserta rombongan, Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Samsul Hidayat, Anggota DPRD Kabupaten Pasuruan Rudi Hartono, jajaran Forkopimcam Gempol, para kepala desa se-Kecamatan Gempol, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta puluhan ribu jemaah dari berbagai daerah.
Kehadiran sekitar 30 ribu jemaah dalam pelaksanaan perdana di Kecamatan Gempol menjadi bukti kuat bahwa kegiatan keagamaan mampu menjadi perekat sosial sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan. Momentum bersejarah ini diharapkan menjadi awal tradisi spiritual berskala besar yang terus tumbuh dan memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat serta pembangunan Kabupaten Pasuruan.(*)
