PASURUAN, pojoktelu.com
Pasca insiden kecelakaan yang menimpa salah satu peserta beberapa waktu lalu, kegiatan olahraga tradisional gledekan sempat dihentikan sementara. Namun, kondisi tersebut tidak mematahkan semangat Komunitas GledekanGankz untuk terus mewadahi hobi para pegiat Gledekan Bearing, khususnya di wilayah Pasuruan.
Melalui komitmen kuat dari para pengurus, Komunitas GledekanGankz langsung bergerak cepat melakukan evaluasi total. Langkah ini dilakukan guna meningkatkan regulasi teknis dan Standar Operasional Prosedur (SOP) keselamatan bagi seluruh peserta.
Hasilnya, GledekanGankz sukses menyelenggarakan event perdana mereka di Sirkuit Lapaloma, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan pada Minggu (26/7/2026). Keberhasilan event ini merupakan buah dari proses panjang. Sebelumnya, pengurus Komunitas GledekanGankz telah menggelar pertemuan intensif bersama Camat, Lurah, dan aparat kepolisian setempat.
Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan mengenai penguatan regulasi keselamatan. Aturan baru ini mewajibkan peserta menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap, mematuhi instruksi marshal, serta melarang keras tindakan manuver yang berbahaya di lintasan.
Penerapan regulasi dan SOP ketat ini tidak hanya ditekankan kepada para peserta yang bertanding, tetapi juga diberlakukan bagi para penonton yang memadati area sepanjang Sirkuit Lapaloma.
Wakil Bupati Pasuruan, Gus Shobih Asrori, turut hadir langsung di sirkuit sejak pukul 04.52 WIB dengan penuh antusias. Beliau menyaksikan langsung bagaimana para pegiat gledekan bearing memacu adrenalin dan adu ketangkasan dalam mengendalikan kendaraan modifikasi tersebut.
"Saya sangat kagum melihat keahlian para peserta, dalam mengendalikan gledekan masing-masing terutama peserta anak-anak," ujarnya.
Meski demikian, Gus Shobih tetap mengimbau agar semua pihak mengutamakan faktor keselamatan (safety) dengan mematuhi SOP yang ada untuk meminimalisasi risiko cedera.
Beliau juga mengapresiasi transformasi nilai budaya dari kendaraan tradisional ini. Gledekan yang dulunya berbahan kayu dan digunakan warga untuk mengangkut rumput atau hasil panen, dari dataran tinggi kini berhasil dilestarikan.
"Lewat modifikasi ekstrem oleh Komunitas GledekanGankz, olahraga ini menjelma menjadi daya tarik wisata Prigen yang membanggakan Kabupaten Pasuruan," ungkap Gus Shobih.
Lebih lanjut, Gus Shobih menyarankan agar sejarah perkembangan Gledekan Bearing (GledekanGankz) dibukukan agar bisa dipublikasikan secara luas sebagai salah satu ikon wisata resmi di Kecamatan Prigen.
"Saya sangat bangga dan berharap kreativitas GledekanGankz ke depannya bisa semakin maju dan berkembang," pungkasnya. (*)
