PASURUAN, pojoktelu.com
Kebakaran menghanguskan sebuah rumah di Dusun Ngayunan RT 13/RW 03, Desa Kedungringin, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan pada Rabu malam (1/7/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Rumah tersebut diketahui dihuni oleh Agus Suhatta (44), seorang pria dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang tinggal sebatang kara. Beji Pasuruan Hangus Terbakar
Salah satu saksi mata, Rustam (35), menceritakan detik-detik mencekam saat kebakaran terjadi. Saat itu, sejumlah warga sedang berkumpul di pos kamling yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
"Tiba-tiba salah satu dari kami melihat asap tebal dan jilatan api keluar dari atap rumah Hatta (korban)," ujar Rustam.
Sontak, warga langsung berteriak histeris dan berlari menuju lokasi. Warga terpaksa mendobrak pintu depan karena Hatta menolak keluar dari rumah yang mulai terbakar tersebut.
"Saat diminta keluar, Hatta menolak. Akhirnya saya dan Rudianto menariknya secara paksa. Sementara warga lain langsung menghubungi petugas pemadam kebakaran (PMK) dan mencoba memadamkan api dengan alat seadanya," lanjut Rustam.
Kepala Desa Kedungringin, Rizky Wahyuni, mengapresiasi aksi sigap warganya di lokasi kejadian. Berkat kecepatan warga dan petugas PMK, api berhasil dilokalisasi.
"Alhamdulillah, warga sangat tanggap dan pihak PMK segera datang. Api tidak sampai menyebar ke rumah tetangga dan tidak ada korban jiwa. Diduga kuat, Hatta sengaja membakar kasurnya menggunakan rokok," ungkap Rizky.
Rizky menambahkan, berdasarkan laporan tetangga, Hatta sempat mengamuk dan memecahkan seluruh kaca di rumahnya pada Jumat lalu. Pihak Pemdes Kedungringin sebenarnya sudah pernah mengirim Hatta untuk berobat ke RSJ Lawang, Malang.
"Dengan adanya kejadian ini, kami akan segera melapor ke Camat Beji, Dinas Sosial, dan Dinas Kesehatan agar Hatta bisa kembali dirawat di RSJ Lawang. Ini harus dilakukan demi keselamatan bersama dan mencegah hal-beda yang tidak diinginkan di kemudian hari," tegasnya.
Lebih lanjut, kekhawatiran serupa disampaikan oleh Kamar, salah satu tokoh masyarakat setempat. Ia menyebut keberadaan Hatta tanpa pengawasan sangat rawan memicu keresahan warga.
"Dia hidup sendiri di rumah itu karena kedua orang tuanya sudah meninggal dunia, dan tidak ada keluarga lain yang mau merawatnya. Solusi terbaik memang harus segera dibawa kembali ke RSJ Lawang," tutur Kamar.
Petugas PMK yang tiba di lokasi berhasil menjinakkan si jago merah dalam waktu kurang dari satu jam. Meski tidak ada korban jiwa, bagian atap rumah korban dilaporkan ambruk total. Saat ini, Hatta telah dievakuasi sementara ke teras rumah salah satu warga setempat. (Zaq/mal/red)
