Notification

×

Iklan

Iklan

Pasuruan Tuan Rumah Kejurnas Bhayangkara Sprint Rally 2026, Hadirkan Track Menantang 5,2 Km

Sabtu, 29 Agustus 2026 | Agustus 29, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-29T13:21:15Z

PASURUAN, pojoktelu.com
Kabupaten Pasuruan resmi menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bhayangkara Sprint Rally 2026 putaran ketiga. Ajang otomotif bergengsi berskala nasional ini diselenggarakan selama tiga hari berturut-turut, mulai 28 hingga 30 Agustus 2026, di Sirkuit Astrojoyo, Kecamatan Kejayan.

Kompetisi ini dibuka secara resmi oleh Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nanang Avianto, pada Sabtu (29/8/2026) pagi. Pembukaan tersebut turut dihadiri oleh Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo, Wakil Walikota Pasuruan Muhammad Nawawi, serta jajaran undangan penting lainnya.

Dalam sambutannya, Kapolda Jatim menyatakan bahwa terpilihnya Jawa Timur sebagai lokasi kejurnas merupakan torehan tinta emas dalam sejarah otomotif nasional, sekaligus kebanggaan besar bagi masyarakat Pasuruan. Melalui ajang ini, penonton disuguhkan aksi adu mekanik dan kecepatan dari para pereli terbaik tingkat nasional.

"Hari ini catatan sejarah otomotif nasional menorehkan tinta emasnya di bumi Jawa Timur. Dengan tangan terbuka, terwujud kebanggaan yang mendalam menyambut kehadiran seluruh peserta di Kejayan, Pasuruan," ujar Irjen Pol Nanang Avianto.

Kapolda berharap, Kejurnas Bhayangkara Sprint Rally tidak hanya menjadi wadah kompetisi bagi para pencinta kecepatan, tetapi juga mengedukasi masyarakat agar menjadi pengendara yang patuh dan disiplin di jalan raya.

"Hari ini kita bisa melihat pembalap sejati yang tangguh dan kencang di sirkuit, namun tetap patuh, santun, dan taat aturan saat berada di jalan raya," tegasnya.

Di sisi teknis, Ketua Organizing Committee (OC) Kejurnas Bhayangkara Sprint Rally 2026 Putaran 3, Ervin Pipink, menjelaskan bahwa Sirkuit Astrojoyo dipilih karena memiliki karakteristik lintasan yang sangat ideal dan sesuai dengan regulasi ikatan otomotif. Karakter lintasan di Kejayan ini dinilai memiliki keunikan tersendiri dibanding daerah lain.

"Karakter track-nya berbeda dengan sirkuit di beberapa daerah lain. Di sini jauh lebih menantang dan banyak area tricky, sehingga para pembalap memang harus menjaga konsentrasi tinggi dan lebih berhati-hati," ungkap Ervin.

Lintasan di Sirkuit Astrojoyo memiliki panjang sekitar 5,2 kilometer. Seluruh peserta diwajibkan menaklukkan tantangan melalui empat Special Stage (SS) atau etape dalam satu rangkaian putaran. Sejumlah kategori diperandingkan, mulai dari Jeep Kelas D, mobil berpenggerak roda depan (FWD), berpenggerak roda belakang (RWD), hingga kelas khusus Rally Car (RC) yang menggunakan mobil spesifikasi pabrikan murni tanpa kustomisasi berat.

Ervin menambahkan, ajang ini mengusung konsep sport tourism karena mengombinasikan olahraga dan pariwisata dalam rangkaian acara tiga hari, yang meliputi proses scrutineering, shakedown, fast track, hingga sesi balapan utama.

"Pintu sirkuit terbuka lebar bagi siapa saja yang ingin menonton, terutama bagi para penghobi otomotif," imbuh Ervin.

Senada dengan hal tersebut, Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menegaskan komitmen daerahnya untuk terus mengoptimalkan Sirkuit Astrojoyo sebagai salah satu fasilitas olahraga serbaguna bertaraf nasional.

"Sirkuit ini sangat luas dan ideal bagi peserta yang menyukai tantangan ekstrem. Sebelumnya bisa untuk lomba pacuan kuda nasional, dan sekarang sukses dipakai untuk sprint rally," kata Rusdi.

Lebih dari sekadar kompetisi, Rusdi mengapresiasi dampak ekonomi langsung yang dirasakan oleh warga sekitar. Kehadiran ratusan kru, pembalap, dan ribuan penonton memicu perputaran ekonomi yang signifikan bagi para pelaku usaha lokal.

"Bisa dilihat di sekitar sirkuit, ada banyak gerai UMKM yang menjual makanan, minuman, hingga produk oleh-oleh khas Kabupaten Pasuruan. Ada multiplier effect yang nyata bagi ekonomi masyarakat kita," pungkas Bupati Pasuruan.
×
Berita Terbaru Update