Notification

×

Iklan

Iklan

Sambut Jamaah Haul Mbah Hamid, Pemkab Pasuruan Sediakan Ribuan Nasi Bungkus hingga Jajanan Pasar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | Agustus 22, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-23T05:40:21Z


PASURUAN, pojoktelu.com
Puncak peringatan Haul ke-45 Al-Maghfurlah Al-'Arif Billah KH. Abdul Hamid bin Abdullah Umar (Mbah Hamid Pasuruan) dan Haul ke-36 Nyai Hj. Nafisah pada Sabtu (22/8/2026) sukses menyedot animo luar biasa dari umat Islam.

Puluhan ribu jemaah dari berbagai penjuru tanah air memadati seluruh sudut Kota Pasuruan. Mulai dari Pondok Pesantren Salafiyah, Masjid Agung Al Anwar, Alun-alun Kota Pasuruan, hingga Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti Kabupaten Pasuruan dan pemukiman warga dipenuhi lautan manusia yang menyambut haul dengan penuh suka cita.

Di antara puluhan ribu jemaah, tampak hadir sejumlah ulama besar nasional. Di antaranya Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha), KH Idris Hamid, Kiai Hamid bin Ahmad Khusairi, KH Abdul Qodir bin Achmad Sahal, KH Iqbal Ramadhan, serta Habib Muchsin.

Sejumlah pejabat penting dan tokoh nasional juga turut hadir, seperti Khofifah Indar Parawansa, mantan Menpan RB Abdullah Azwar Anas, Walikota Pasuruan Adi Wibowo, Wakil Walikota Muhammad Nawawi, serta beberapa undangan kehormatan lainnya.

Ketua Panitia Haul, Gus M. Nailurrohman (Gus Amak), menjelaskan bahwa puncak haul didahului oleh rangkaian kegiatan keagamaan dan sosial sejak 18–20 Agustus 2026. Kegiatan tersebut meliputi Khotmil Qur'an di Musholla Ponpes Salafiyah dan sekitar Makam Kiai Hamid, Pameran Seni, Maulid Habsyi, Temu Alumni ISIS, hingga forum besar pengasuh pondok pesantren se-Indonesia.

Menariknya, salah satu pembahasan penting dalam forum ulama pesantren tersebut menyoroti pemanfaatan teknologi modern. Forum secara khusus membahas hukum melakukan kloning foto atau suara berbasis kecerdasan buatan terhadap seseorang yang telah meninggal dunia.

Gus Amak menyampaikan, para kiai menyepakati bahwa memproduksi kloning foto maupun suara orang yang sudah wafat hukumnya adalah haram apabila dilakukan tanpa izin dari pemilik asli semasa hidup atau tanpa persetujuan ahli warisnya.

"Hasilnya, hukum kloning suara atau foto diputuskan haram jika tidak mendapatkan izin dari pemilik suara/foto atau dari ahli waris yang bersangkutan," tegas Gus Amak.

Keteladanan Mbah Hamid juga ditegaskan oleh tokoh-tokoh yang hadir, yang menyebut bahwa sosok almarhum bukan sekadar tokoh lokal, melainkan teladan bagi umat Islam di seluruh penjuru negeri yang selalu menginspirasi melalui kesederhanaan dan kedalaman ilmunya.

Rangkaian utama acara sendiri dimulai sejak pagi hari dengan pembacaan Surah Al-Fatihah sebanyak 100 kali, Surah Al-Waqi’ah, Surah Al-Mulk, Ratibul Haddad, Maulid Az-Azab, dan Mahalul Qiyam. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan manakib Mbah Hamid, sambutan-sambutan, mau’idhoh hasanah, serta ditutup dengan tahlil dan doa bersama.

Untuk menjamin kelancaran jalannya acara, sebanyak 1.000 personel gabungan diturunkan. Petugas terdiri dari unsur TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Banser, Dinas Kesehatan, serta jajaran relawan.

Suasana khidmat haul kian terasa hangat dengan aksi gotong royong penyediaan logistik gratis. Pemerintah Kabupaten Pasuruan bahkan membuka pintu Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti sebagai tempat istirahat bagi jemaah yang ingin menyimak prosesi haul dari area rumah dinas.

Perwakilan Pemkab Pasuruan, Mas Rusdi, menyebutkan bahwa pihaknya menyiapkan sedikitnya 2.000 nasi bungkus, 3.000 porsi mi instan, 3.000 kue pasar, hingga 600 dus air mineral dan minuman tradisional seperti wedang pokak serta kopi gratis.

"Kami juga memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada para jemaah jikalau logistik yang kami sediakan belum mampu mencukupi seluruh kebutuhan akibat membludaknya jumlah kehadiran tahun ini," pungkas Mas Rusdi.
×
Berita Terbaru Update