SAMPANG, pojoktelu.com - Kinerja cemerlang jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sampang yang beberapa kali berhasil mengungkap kasus besar dan jadi perhatian banyak pihak tercoreng akibat ulah dari sejumlah oknum anggotanya.
Jajaran Satreskrim Polres Sampang tuai sorotan lantaran adanya dugaan tindakan yang bertentangan dengan tupoksi mereka dalam memberantas kejahatan jalanan, kriminal maupun perkara lainnya seperti peredaran rokok ilegal di wilayah hukumnya.
Hal tersebut bermula saat jajaran Satreskrim Polres Sampang unit Pidsus melaksanakan giat pada senin (3-7-2026) dan berhasil mengamankan satu unit kendaraan jenis grandmax dengan nopol N 89xx EW yang diduga kuat bermuatan rokok polos atau non cukai saat melintas di wilayah hukum Polres Sampang.
Dari giat tersebut, informasi yang dihimpun awak media bahwasanya unit Pidsus Satreskrim Polres Sampang berhasil mengamankan terduga pelaku berinisial SM selaku sopir beserta kendaraannya dan muatannya yang diduga kuat adalah rokok ilegal non cukai merk atau brand ESxx dengan berbagai varian rasa.
Tak berselang lama, SM disuruh pulang setelah menjalani tahapan pemeriksaan di unit Pidsus Satreskrim Polres Sampang dan kendaraan jenis grandmax yang dia bawa diamankan oleh petugas kepolisian pada saat itu sebagai BB (barang bukti).
Dari rangkaian kejadian tersebut, pemilik kendaraan berinisial IN didampingi oleh rekannya berinisial IL mendatangi Polres Sampang yang diduga kuat melakukan kesepakatan dengan nominal tertentu agar perkaranya tidak berlanjut ke proses hukum selanjutnya yang mencapai ratusan juta rupiah.
"Iya benar dia (SM) ditangkap Polres Sampang saat memuat rokok dari Pamekasan, mobilnya juga diamankan disana," ujar salah narasumber yang enggan disebutkan namanya.
Lebih lanjut, dirinya juga menyampaikan bahwa yang bersangkutan SM tak berselang lama sudah pulang atau keluar.
"Tak lama SM sudah keluar tapi mobil dan muatannya masih ditahan di Polres Sampang. Tapi sudah diurus oleh yang punya barang (rokok), lumayan banyak habis biayanya," imbuhnya.
Sementara itu, salah satu anggota unit Pidsus Polres Sampang Muamar saat dikonfirmasi awak media melalui aplikasi whatsApp pada Sabtu (19/09/26) perihal adanya informasi tersebut enggan menjawab dan lebih memilih bungkam. (por/red)
