Notification

×

Iklan

Iklan

Sidak Normalisasi Sungai, Bupati Sidoarjo Instruksikan Percepatan Alat Berat Sebelum Musim Hujan

Rabu, 16 September 2026 | September 16, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-17T03:45:54Z

SIDOARJO, pojoktelu.com – Bupati Sidoarjo, H. Subandi, S.H., M.Kn., melakukan inspeksi mendadak (sidak) proyek normalisasi Sungai Gedangrowo di Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin, Rabu (16/9/2026). Langkah ini diambil guna memastikan kesiapan infrastruktur dan percepatan penanganan banjir menjelang datangnya musim hujan.

Dalam sidak tersebut, Bupati Subandi menyoroti pengerahan alat berat yang dinilai masih kurang. Dari target lima unit ekskavator yang direncanakan untuk mempercepat proses pengerukan, baru tiga unit yang beroperasi di lapangan.

Merespons hal itu, Subandi langsung menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PU BM SDA) Sidoarjo untuk segera mengirimkan sisa alat berat yang dibutuhkan agar pembersihan sungai berjalan maksimal.

"Saya sudah telepon langsung dinas PU, menanyakan mengapa alat-alatnya belum dikirim semua. Saya minta PU memastikan besok kelima alat berat sudah turun dan beroperasi penuh di lokasi," tegas Subandi di sela-sela sidaknya.

Ia menekankan pentingnya optimalisasi normalisasi ini agar seluruh sungai dan avfour (saluran pembuang) di wilayah Kecamatan Candi dan Tanggulangin sudah dalam kondisi bersih sebelum puncak musim hujan tiba.

Bupati menambahkan bahwa beberapa titik sungai saat ini mengalami pendangkalan serius, salah satunya di kawasan Kalidawir, Tanggulangin. Oleh karena itu, pengerahan alat berat difokuskan terlebih dahulu di dua kecamatan tersebut yang rawan terjadi genangan air.

Selain pengerahan alat berat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo juga menyiapkan skema penanganan banjir terpadu melalui program Pembangunan Infrastruktur Wilayah Kecamatan (PIWK). Melalui program ini, para camat diminta aktif berkolaborasi dengan Dinas PU BM SDA untuk memetakan titik-titik sungai sempit yang tidak bisa dijangkau oleh alat berat.

“Untuk lokasi yang tidak bisa dijangkau ekskavator, Pak Camat harus berkolaborasi dengan PU. Kita petakan bersama dari hulu hingga hilir, sehingga saat musim hujan tiba, semua saluran air di Tanggulangin dan Candi benar-benar siap,” imbuhnya.

Sebagai solusi jangka panjang, Pemkab Sidoarjo tengah mematangkan rencana pembangunan embung di Desa Kedungbanteng. Embung ini diproyeksikan tidak hanya untuk menampung debit air hujan, tetapi juga mengatasi persoalan penurunan tanah (land subsidence) yang terjadi di kawasan setempat.

Pemkab Sidoarjo telah membidik lahan seluas kurang lebih 15 hektare di wilayah RT 08 Desa Kedungbanteng untuk proyek tersebut. Pihaknya kini mulai memasukkan rencana pembebasan lahan ke dalam program strategis daerah.

“Tujuan utamanya adalah penampungan air. Kami usahakan proses pembebasan lahannya berjalan pada tahun 2027 atau paling lambat 2028. Setelah itu, pengelolaan aset tanah bisa diserahkan ke pihak desa, bahkan berpotensi dikembangkan menjadi kawasan wisata desa,” urai Bupati Subandi.

Di sisi lain, Subandi juga menaruh perhatian serius pada fenomena penurunan tanah di Kedungbanteng. Pasalnya, proyek betonisasi jalan yang sebelumnya digarap Pemkab Sidoarjo di kawasan tersebut nyatanya masih tergenang air saat banjir datang.

Untuk mendapatkan data yang ilmiah dan terukur, Pemkab Sidoarjo berencana menggandeng Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya guna mengkaji tingkat penurunan tanah.

“Pekerjaan rumah kita adalah posisi jalan yang sudah dibeton ternyata masih banjir. Berarti ada penurunan tanah di sana. Ini yang saya sampaikan ke Pak Camat, bahwa penanganan dari hulu sampai hilir ini tidak boleh setengah-setengah dan harus tuntas,” pungkasnya.
×
Berita Terbaru Update