SIDOARJO, PojokTelu.com – Memiliki kemampuan memperbaiki sepeda motor belum otomatis membuat seseorang siap memasuki dunia kerja. Prinsip itu menjadi salah satu fokus dalam pelatihan teknisi sepeda motor injeksi yang digelar Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Disnaker di LPK Starskill Innovation.
Selama 21 hari, peserta tidak hanya ditempa dengan keterampilan teknis. Mereka juga diarahkan memahami kebutuhan dunia industri, membuat CV, mengenali peluang kerja hingga mendapatkan pendampingan job connect setelah pelatihan.
Koordinator Pelatihan Teknisi Sepeda Motor Injeksi LPK Starskill Innovation, Nanda Dhani Luqman Zaki, menegaskan pentingnya membedakan antara sekadar mampu bekerja dengan benar-benar siap bekerja.
“Bisa kerja itu berbeda dengan siap kerja. Kalau sudah siap kerja, berarti sudah sesuai standar apa yang memang dibutuhkan industri,” ungkap Nanda.
Pernyataan tersebut menjadi relevan dengan kondisi ketenagakerjaan Sidoarjo yang memiliki basis ekonomi kuat pada sektor industri. BPS mencatat industri pengolahan menyumbang 49,45 persen terhadap struktur perekonomian Sidoarjo pada 2025.
Sementara itu, jumlah penduduk bekerja di Sidoarjo pada Agustus 2025 mencapai 1,14 juta orang. Meski Tingkat Pengangguran Terbuka turun menjadi 5,75 persen, kebutuhan peningkatan kualitas tenaga kerja tetap menjadi pekerjaan penting pemerintah daerah.
Pelatihan teknisi sepeda motor injeksi dibuka Senin (5/10/2026) dan menjadi salah satu program peningkatan kualitas sumber daya manusia yang dibiayai APBD Kabupaten Sidoarjo.
Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja Disnaker Kabupaten Sidoarjo Indar Hidayanti mengatakan pemerintah menggandeng sejumlah LPK untuk memberikan akses pelatihan kepada masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Sidoarjo selama ini bekerja sama dengan beberapa LPK untuk memberikan pelayanan bagi masyarakat dalam rangka meningkatkan keahlian dan keterampilannya. Harapannya, mereka bisa lebih percaya diri dan mendapatkan peluang di pasar kerja,” ujarnya.
Menurut Indar, peserta harus mengikuti seluruh tahapan pelatihan dengan serius. Fasilitas yang diberikan pemerintah juga diminta dimanfaatkan secara optimal.
Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta akan menjalani ujian kompetensi untuk mendapatkan sertifikat keahlian. Sertifikat tersebut diharapkan menjadi salah satu dokumen pendukung ketika peserta melamar pekerjaan sesuai bidang kompetensinya.
Namun, sertifikat bukan menjadi satu-satunya tujuan pelatihan. Disnaker juga akan melakukan monitoring terhadap pelaksanaan program.
Nanda mengatakan pendekatan tersebut penting agar peserta tidak berhenti pada status sebagai lulusan pelatihan. Mereka harus mempunyai jalur untuk menghubungkan kompetensi dengan kebutuhan pekerjaan.
“Tujuan dari pelatihan ini tentunya kita membantu dari berbagai macam sektor, bagaimana caranya mereka untuk job connect. Jadi bukan hanya peserta menjadi wirausaha atau usaha mandiri, tetapi kami juga membantu untuk job connection,” jelasnya.
Kerja sama LPK Starskill Innovation dengan Disnaker Sidoarjo sendiri telah berjalan sejak 2023. Selain teknisi sepeda motor, program pelatihan juga mencakup bidang AC dan permesinan.
Nanda berharap masyarakat tidak hanya memilih pelatihan berdasarkan jenis keterampilan, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan industri di sekitar mereka.
Untuk Sidoarjo, ia menyebut bidang manufaktur seperti CNC dan permesinan juga menjadi pilihan yang relevan dengan karakter industri daerah.
Program tersebut sekaligus menempatkan pelatihan kerja sebagai jembatan antara kebutuhan masyarakat dan kebutuhan industri, bukan hanya membuat peserta bisa bekerja, tetapi berusaha memastikan mereka siap bekerja. (Tom)
