Notification

×

Iklan

Iklan

Nuansa Tempo Dulu Warnai Jalan Santai HSN 2026 Bulusari, Diikuti Ribuan Warga dan Santri

Minggu, 18 Oktober 2026 | Oktober 18, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-18T12:53:06Z

PASURUAN, pojoktelu.com — Ribuan santri dan warga Nahdlatul Ulama (NU) memadati Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, untuk mengikuti jalan santai massal dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026 pada Minggu (18/10/2026). Mengusung konsep unik "Tempo Dulu", kegiatan tersebut seketika berubah menjadi lautan manusia yang mengenakan busana khas perjuangan masa lalu.

Agenda kolaboratif ini diinisiasi oleh Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Bulusari yang bersinergi erat dengan Pemerintah Desa setempat. Tingginya antusiasme terlihat jelas dari gelombang kehadiran peserta yang datang dari berbagai lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, keluarga besar NU, hingga seluruh barisan badan otonom (banom) NU di wilayah Gempol.

Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat, yang hadir langsung di tengah-tengah massa menegaskan bahwa peringatan Hari Santri bukan sekadar rutinitas tahunan. Menurutnya, momen ini merupakan pijakan krusial untuk merelevansikan kembali sejarah perjuangan ulama dengan semangat kebangsaan generasi muda saat ini.

"Dengan mengusung tema tempo dulu, kegiatan ini mengajak kita semua untuk menengok kembali sejarah dan perjuangan para pendahulu. Khususnya, bagaimana para ulama dan santri berjuang bahu-membahu mempertahankan kemerdekaan Indonesia," ujar Samsul di hadapan ribuan peserta.

Di atas panggung utama, Samsul membakar semangat para santri dengan mengulas kembali lembaran sejarah Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945. Ia memaparkan bahwa fatwa monumental tersebut merupakan pemantik utama yang menggerakkan perlawanan rakyat secara masif melawan kembalinya penjajah. Peristiwa heroik inilah yang menjadi hulu dari pertempuran berdarah 10 November 1945 di Surabaya, yang kini diperingati secara nasional sebagai Hari Pahlawan.

Meskipun cuaca di bawah terik matahari Kabupaten Pasuruan cukup menyengat sejak pagi, hal tersebut tidak menyurutkan konsentrasi massa. Ribuan peserta tetap kompak menjaga barisan dan mengikuti seluruh rute jalan santai dari garis start hingga batas akhir.

Melihat kesuksesan besar dan dampak sosial yang dihasilkan, Samsul menargetkan agenda serupa dapat dikemas dengan skala yang jauh lebih masif pada tahun 2027 mendatang. Ia menilai, kegiatan berbasis keagamaan yang dipadukan dengan nilai nasionalisme terbukti sangat efektif menjadi instrumen perekat persatuan dan kerukunan warga di tingkat desa.

Kemeriahan perayaan HSN 2026 di Desa Bulusari ini kemudian di akhiri dengan pembagian hadiah dari berbagai kategori lomba serta pengundian ratusan doorprize menarik yang telah disiapkan oleh panitia. (Zaq/had/red)
×
Berita Terbaru Update