Notification

×

Iklan

Iklan

Sidak RSUD Sidoarjo, Wabup Mimik Idayana Pastikan Proyek Gedung Mawar Sesuai Spesifikasi

Senin, 26 Oktober 2026 | Oktober 26, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-26T17:06:14Z

SIDOARJO, pojoktelu.com — Peningkatan infrastruktur Gedung Mawar Merah Putih RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo terus dikebut. Proyek senilai Rp 8,6 miliar ini diproyeksikan mampu menambah sekitar 30 kamar rawat inap baru guna mengoptimalkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Sidoarjo.

Saat ini, proyek tersebut telah memasuki tahap pelaksanaan fisik. Progres pembangunan tercatat mencapai 6 persen ketika Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada Senin (26/10/2026).

Pembangunan lantai tiga gedung ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada Desember 2026. Penambahan puluhan kamar baru tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas fasilitas rumah sakit secara signifikan.

Dalam sidak tersebut, Wabup Mimik didampingi oleh tim Inspektorat Kabupaten Sidoarjo dan Plt Direktur RSUD R.T. Notopuro, dr. Prima Dessy Kusuma Rakhmawati. Rombongan menyisir area proyek untuk memeriksa perkembangan pekerjaan sekaligus memastikan pelaksanaannya berjalan sesuai spesifikasi teknis.

“Di sini sedang berlangsung pembangunan lantai tiga Gedung Mawar Merah Putih yang nantinya menambah sekitar 30 unit kamar. Setelah kami cek, pekerjaan sudah on progress dan sejauh ini sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan,” ujar Mimik di sela-sela peninjauan.

Mimik menyebut, capaian progres 6 persen saat ini masih berada di jalur yang benar. Namun, ia mendorong pelaksana proyek untuk terus memacu ritme kerja agar mampu menyentuh angka 10 persen pada akhir Oktober, sehingga target akhir tahun tetap realistis.

Selain memantau progres fisik, Mimik memberikan atensi khusus terkait penggunaan kembali material lama yang masih layak pakai. Ia meminta agar seluruh material reuse seperti genteng, besi, dan baja tetap dicatat, diinventarisasi, dan dilaporkan secara transparan.

Menurutnya, pemanfaatan kembali material lama sama sekali tidak boleh mengurangi kualitas struktur bangunan utama. Setiap bahan yang dipasang wajib memenuhi persyaratan teknis yang tertuang dalam kontrak kerja.

Hingga sidak berakhir, Mimik menyatakan tidak menemukan adanya indikasi penyimpangan maupun kendala berarti dalam pelaksanaan proyek. Kendati demikian, ia menegaskan pengawasan melekat akan terus berjalan hingga seluruh proses konstruksi selesai.

“Saya tidak menginginkan pembangunan di Kabupaten Sidoarjo, baik tahun 2026 ini maupun seterusnya, ada akal-akalan. Jangan sampai ada yang berani mengubah spesifikasi yang sudah ditetapkan,” tegas Mimik dengan nada lugas.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan instansi terkait untuk ikut mengawasi pengerjaan proyek. Tujuannya agar anggaran daerah yang dialokasikan benar-benar menghasilkan output yang berkualitas dan menjawab kebutuhan pelayanan publik.

Tidak hanya menyoroti aspek fisik bangunan, Mimik turut memberikan wejangan kepada manajemen rumah sakit agar terus mendongkrak kualitas pelayanan kepada pasien. Baginya, kemegahan fasilitas gedung harus diimbangi dengan empati dan keramahan para petugas medis.

“Orang yang datang ke rumah sakit itu bukan untuk bersenang-senang. Mereka datang dalam kondisi sedang sakit atau sumpek (stres). Karena itu, pelayanan yang ramah, senyum yang tulus, dan sikap yang baik dari seluruh tenaga kesehatan bisa menjadi obat tersendiri bagi mereka,” pungkasnya. (*)
×
Berita Terbaru Update