PASURUAN, pojoktelu.com
Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan terus bergerak aktif mencari formula terbaik guna mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Langkah strategis ini dikupas tuntas dalam program Podcast Jawara yang disiarkan oleh Jatim Satu News.
Mengangkat tema "Optimalkan Pendapatan Daerah Dari Sektor Ekonomi: Peluang, Tantangan, dan Solusi Era Digital", diskusi ini menghadirkan tiga legislator Komisi II sebagai narasumber, yaitu Muhammad Husnul Arifin Billah, S.Sos., Agus Setiya Wardana, dan H. Heru Very Nurcahya.
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan, Agus Setiya Wardana, menekankan pentingnya mendorong UMKM Kabupaten Pasuruan. Agar naik kelas guna memberikan kontribusi nyata terhadap PAD.
"Kami dari Komisi II merekomendasikan pemerintah daerah untuk memberikan pendampingan UMKM secara berkelanjutan. Saya pernah meninjau pendampingan di sentra UMKM Bali, di mana akses permodalan, perizinan, hingga pemasaran difasilitasi penuh," ujarnya.
Ia menambahkan, bahwa pelaku UMKM di sana diberi modal hingga Rp100 juta dan akses kios dari BUMD. Pendampingan seperti ini tidak boleh putus agar selaras dengan target Bupati dan Wakil Bupati untuk membawa UMKM Pasuruan naik kelas.
Pria yang akrab disapa Wardana ini menambahkan bahwa sentra UMKM Bang Kodir di Kecamatan Bangil saat ini sudah masuk dalam perencanaan revitalisasi.
"Kami berharap revitalisasi sentra UMKM Bang Kodir segera dilaksanakan karena itu adalah wadah utama para pelaku usaha kita. Selain itu, UMKM di Kabupaten Pasuruan harus difasilitasi agar mampu berkolaborasi dengan industri-industri besar yang ada di wilayah ini," lanjutnya.
Sementara itu, Anggota Komisi II, Muhammad Husnul Arifin Billah (H. Arifin), menyoroti pentingnya peran regulasi dalam memicu pertumbuhan ekonomi daerah.
"Pemerintah harus hadir dengan regulasi yang mempermudah perizinan, misalnya cukup dengan mengklik Nomor Induk Berusaha (NIB). Karakter dan kultur masyarakat Kabupaten Pasuruan ini sangat beragam," jelasnya.
Contohnya wilayah utara yang kuat di sektor perikanan. Banyak juga aset daerah terbengkalai yang jika didesain dengan baik oleh dinas terkait, bisa menjadi motor penggerak ekonomi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Menyinggung soal permodalan, H. Arifin mendorong penguatan modal melalui optimalisasi peran lembaga keuangan lokal seperti Mina Mandiri. Program ini perlu disosialisasikan lebih masif karena manfaatnya bisa menyasar sektor pendidikan melalui program tabungan siswa.
Kabupaten Pasuruan memiliki Mina Mandiri untuk penguatan permodalan. Lembaga ini juga punya program tabungan siswa agar anak-anak tidak perlu lagi menabung di wali kelas atau sekolah.
"Ke depannya, Mina Mandiri bahkan bisa memberikan apresiasi berupa beasiswa bagi siswa berprestasi. Kami meminta para kepala sekolah untuk menjemput bola dan segera membangun kerja sama dengan Mina Mandiri," tuturnya. (Zaq/red)
