PASURUAN, pojoktelu.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan bergerak cepat mengatasi krisis air bersih akibat kebakaran hutan yang melanda lereng Gunung Arjuno dan Gunung Ringgit. Anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) resmi disiapkan untuk membangun ulang jaringan pipa air bersih sepanjang 5,2 kilometer yang hangus dilalap api.
Kepastian ini disampaikan langsung oleh Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, saat memimpin rapat terbatas bersama relawan, pemerintah desa, dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di Kantor Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen, pada Senin (19/10/2026) siang. Pemkab Pasuruan menargetkan proyek perbaikan total ini mulai dikerjakan pada pekan depan agar distribusi air ke rumah warga kembali normal.
"Solusi jangka panjangnya adalah perbaikan total pada jaringan pipa air bersih. Sementara menunggu pengerjaan selesai, solusi jangka pendeknya adalah memasok air bersih langsung ke warga terdampak menggunakan mobil tangki," ujar Rusdi Sutejo.
Sebagai langkah antisipasi risiko serupa di masa depan, Pemkab Pasuruan melakukan terobosan dengan mengubah material infrastruktur. Jaringan pipa baru dari sumber air menuju tandon penampungan tidak lagi menggunakan bahan plastik, melainkan diganti dengan material besi yang jauh lebih tangguh dan tahan paparan api.
Langkah taktis ini diambil mengingat tingkat kerusakan infrastruktur akibat kebakaran hutan tergolong masif. Berdasarkan pendataan darurat di lapangan, panjang pipa yang rusak mencapai 5,2 kilometer, membentang dari titik sumber mata air hingga ke tandon penampungan utama.
Sejauh ini, gangguan pasokan air paling parah melanda dua desa di Kecamatan Prigen, yakni Desa Jatiarjo dan Desa Dayurejo. Sementara itu, petugas teknis masih terus melakukan pengecekan intensif terhadap kondisi jaringan air yang melayani wilayah Tambaksari.
Guna memastikan warga tidak kekurangan air selama masa transisi, Bupati yang akrab disapa Mas Rusdi ini telah menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang untuk terus mengawal kondisi di lapangan.
Merespons instruksi tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, menyatakan bahwa armada mobil tangki siap bergerak dinamis. Distribusi bantuan air bersih akan disesuaikan dengan skala prioritas dan tingkat kelangkaan di masing-masing desa.
"Kami terus berkomunikasi dengan para kepala desa untuk memetakan wilayah mana yang paling kritis. Penyaluran air bersih lewat tangki ini akan terus kami maksimalkan selama status tanggap darurat berlaku dan jaringan pipa permanen belum selesai diperbaiki," tuturnya.
