PASURUAN, pojoktelu.com – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bangil berkomitmen penuh dalam memberantas dan menanggulangi penyalahgunaan narkotika. Salah satu langkah nyatanya adalah dengan menggelar kegiatan rehabilitasi narkoba bagi para warga binaan yang terjerat kasus narkotika pada Selasa (06/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Utama Rutan Bangil ini menjadi bagian krusial dari program pembinaan dan pendampingan. Tujuannya adalah membantu warga binaan menjalani proses pemulihan secara optimal serta mempersiapkan mereka agar siap kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat.
Dalam menyukseskan program ini, Rutan Bangil menggandeng dua mitra profesional, yaitu Yayasan Nawasena Arsa Indonesia dan Rehabilitasi Sahwahita Nusantara. Kehadiran para ahli ini diharapkan dapat memberikan pendampingan yang intensif dan komprehensif bagi peserta.
Para warga binaan yang menjadi peserta tampak mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Program ini menjadi sarana penting bagi mereka untuk memperoleh pemahaman mendalam serta pendampingan psikologis mengenai proses lepas dari jeratan hukum dan ketergantungan narkotika.
Acara ini didampingi langsung oleh Kepala Rutan (Karutan) Bangil, Yanuar Rinaldi, yang memberikan sambutan sekaligus pengarahan. Dalam arahannya, Yanuar menekankan pentingnya komitmen personal dari setiap warga binaan.
"Ikutilah setiap tahapan rehabilitasi ini dengan sungguh-sungguh. Jadikan program ini sebagai momentum dan jembatan perubahan untuk menuju kehidupan yang jauh lebih baik, sehat, dan bermanfaat," tegas Yanuar kepada para peserta.
Pelaksanaan rehabilitasi narkoba ini dirancang secara terukur dengan melibatkan pihak profesional sesuai kebutuhan program. Tidak hanya memaparkan edukasi mengenai bahaya laten penyalahgunaan narkotika, kegiatan ini juga fokus membantu warga binaan membangun pola pikir serta sikap yang lebih positif selama menjalani masa pembinaan.
Melalui sinergi kuat bersama Yayasan Nawasena Arsa Indonesia dan Rehabilitasi Sahwahita Nusantara, Rutan Bangil berharap program rehabilitasi ini dapat berjalan secara berkelanjutan. Langkah ini diharapkan mampu mencetak mantan warga binaan yang sehat, mandiri, dan bertanggung jawab setelah bebas nanti. (Zaq/red)
