Notification

×

Iklan

Iklan

Pukau Investor di EJIF 2026, Bupati Rusdi Sutejo Beberkan 3 Keunggulan Investasi Pasuruan

Selasa, 06 Oktober 2026 | Oktober 06, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-06T07:24:40Z

PASURUAN, pojoktelu.com - Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, sukses memukau para undangan dan calon investor dalam ajang East Java Investment Forum (EJIF) 2026 yang digelar di Surabaya, Senin (5/10/2026). Orang nomor satu di Kabupaten Pasuruan ini tampil meyakinkan saat memaparkan berbagai keunggulan daerahnya sebagai destinasi investasi utama di Jawa Timur.

Di hadapan para pelaku usaha, pria yang akrab disapa Mas Rusdi ini menawarkan berbagai kemudahan strategis. Mulai dari aksesibilitas yang prima, kesiapan kawasan industri eksisting, hingga penyediaan lahan untuk pengembangan kawasan industri baru.

Mas Rusdi menegaskan bahwa salah satu magnet utama Kabupaten Pasuruan. Adalah lokasinya yang sangat strategis diapit dua kota besar.

"Kita punya 7 gerbang tol. Lokasi Kabupaten Pasuruan ini hanya satu jam dari Surabaya dan satu jam dari Malang," ujar Mas Rusdi optimis.

Sebagai pilihan utama, ia menyodorkan kawasan Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER). Kawasan industri siap pakai ini dinilai menjadi solusi instan bagi para investor karena memiliki infrastruktur dan utilitas pendukung yang sangat lengkap. Investor tidak perlu lagi dibebani oleh pengurusan amdal atau pematangan lahan dari nol.

"Di pusat industri Rembang (PIER) sudah tersedia lahan matang. Bapak-Ibu tidak perlu lagi mengurus KKPR (Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang). Infrastruktur, utilitas, hingga jaringan kelengkapannya semua sudah siap," jelasnya.

Selain utilitas dasar, PIER juga telah dilengkapi dengan sistem pengelolaan limbah terintegrasi, termasuk pengolahan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

Kendati memberikan karpet merah dan segala kemudahan bagi investor, Mas Rusdi tetap memasang komitmen tinggi terhadap kesejahteraan masyarakat lokal. Ia menegaskan, roda investasi harus membawa dampak langsung pada penyerapan tenaga kerja setempat.

"Syaratnya cuma satu. Selama tenaga kerja dengan skill yang dibutuhkan tersedia di Kabupaten Pasuruan, wajib hukumnya kuota 60 persen pekerja diisi oleh warga kami, warga Kabupaten Pasuruan," tegasnya disambut apresiasi para hadirin.

Tak hanya mengandalkan PIER, Pemkab Pasuruan kini bergerak cepat menyiapkan kawasan industri baru di wilayah timur, tepatnya di Kecamatan Nguling. Potensi lahan yang disiapkan tergolong masif, mencapai 1.500 hektare, membentang dari kawasan pesisir hingga akses jalan nasional.

Akses mobilitas logistik ke kawasan baru ini juga sangat efisien. Dari Tol Grati, kawasan industri Nguling dapat ditempuh hanya dalam waktu sekitar enam menit.

"Kami siapkan lahan 1.500 hektare mulai dari bibir pantai sampai jalan nasional. Akses dari Tol Grati hanya enam menit. Investasi di sana sangat prospektif, mulai dari sektor pelabuhan (maritim) hingga industri manufaktur," pungkasnya.

Pemaparan komprehensif ini disampaikan Mas Rusdi dalam EJIF 2026 yang mengusung tema "Empowering East Java as Indonesia’s New Growth Engine through Strategic and Sustainable Investment." Forum tahunan ini menjadi panggung strategis bagi pemerintah daerah di Jawa Timur untuk menjaring investasi berkelanjutan dari para investor nasional maupun global.
×
Berita Terbaru Update