Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Sidoarjo Bersholawat, Bersama Gus Muhdlor & Ribuan Jama'ah

Senin, 29 Agustus 2022 | Agustus 29, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-08-29T13:19:13Z

   Saat acara sholawat berlangsung

Sidoarjo, Pojok Telu
Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor S.IP meminta masyarakat Sidoarjo menggaungkan sholawat. Melalui majelis-majelis pengajian yang ada, lantunan sholawat nabi Muhammad SAW dapat dilantunkan. Permintaan itu bukan karena ia seorang gus, seorang anak KH. Agoes Ali Masyhuri Pengasuh Ponpes Bumi Sholawat Lebo. Memperbanyak bacaan sholawat akan membawa keberkahan dikehidupan sehari-hari.

Hal itu disampaikan Gus Muhdlor saat menghadiri Gebyar Sholawat dan Pengajian Umum dalam rangka memperingati 1 Muharram 1444 H di halaman Pabrik Gula Tulangan, Sabtu malam kemarin, (27/8). Gebyar sholawat yang juga memperingati haul pertama wafatnya H. Hadi Sulistoro berlangsung semarak dengan sholawat bersama. Habib Abu Bakar Bin Idrus Al Habsy yang hadir memimpin sholawat diiringi group hadrah Ahbaabul Musthofa. Selain bupati Gus Muhdlor, kegiatan tersebut juga dihadiri pimpinan Ponpes Sunan Drajat Prof. DR. KH. Abdul Ghofur.


Gus Muhdlor atau yang kerap juga dipanggil Gus bupati itu mengapresiasi acara tersebut. Ia menyerukan agar acara serupa dapat diselenggarakan di banyak tempat.

 "Acara seperti ini adalah acara yang penting untuk dikloning di semua tempat di Sidoarjo, mengapa? Karena sholawat adalah satu satunya amal ibadah yang tidak dapat ditolak. Kalau sholat masih ada kemungkinan ditolak, entah karena riya' dan sebagainya. Namun tidak untuk sholawat," tuturnya.

Gus bupati juga mengingatkan jamaah sholawat yang hadir untuk menjaga persatuan. Ia melihat dinamika yang terjadi akhir - akhir ini banyak umat Islam yang dibenturkan. Oleh karena Gus bupati berpesan agar tidak mudah terhasut. Selalu dekat dengan ulama, dekat dengan kyai, dekat dengan habaib dapat menjadi benteng menjaga hati.

"Hanya satu pesan saya, jangan pernah jauh dari para Habaib. Karena sejatinya NU dari dulu adalah Muhibbinnya (orang nyang mencintai) para Habaib. Oleh karena itu jangan pernah mau untuk diadu-domba apalagi dikotak-kotakkan, ini ulama Jawa - ini ulama Arab, dan sebagainya,"ujar Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor.

Di akhir sambutannya, Gus bupati mengingatkan lagi agar kegiatan serupa diperbanyak. Sholawat penting dikumandangkan di semua tempat. Satu kali sholawat akan diganjar 10 kali pahala kebaikan oleh  Allah SWT.
 
 "Saya harapkan majelis  yang baik seperti ini nantinya dapat diperbanyak, dan konsisten untuk tetap melakukan kegiatan positif di Kabupaten Sidoarjo. Wong NU yo Muhibbin, Muhibbin yo wong NU, jangan mau dipecah diadu-domba dengan alasan apapun", tutup Gus Bupati. (Ony/Git).
×
Berita Terbaru Update