SIDOARJO, pojoktelu.com
Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Sidoarjo, Sriatun Subandi, mengajak seluruh perempuan di Sidoarjo untuk bertransformasi menjadi agen perubahan. Pesan ini disampaikannya dalam peringatan Hari Kartini Tahun 2026 bertema “Kartini Masa Kini: Saling Menjaga, Saling Menguatkan” di Pendopo Delta Wibawa, Rabu (22/4/2026).
“Kami mengajak seluruh kader PKK dan perempuan di Sidoarjo untuk terus bersinergi dan berkontribusi di lingkungan masing-masing. Jadilah perempuan tangguh dan kreatif yang mampu menghadapi tantangan zaman dengan bijak,” tegas Sriatun.
Menurutnya, peringatan Hari Kartini bukan sekadar seremonial tahunan. Momentum ini adalah waktu yang tepat untuk meneladani semangat perjuangan R.A. Kartini, terutama dalam memperjuangkan kesetaraan gender dan hak pendidikan bagi kaum perempuan.
Semangat Kartini harus membumi dalam kehidupan sehari-hari. Perempuan masa kini dituntut cerdas, mandiri, dan berdaya, namun tetap memegang peran krusial sebagai ibu dan pendidik utama di dalam keluarga,” imbuhnya.
Ia menekankan bahwa melalui gerakan PKK, perempuan memiliki posisi strategis dalam meningkatkan kualitas keluarga. Keluarga yang kuat akan menjadi pondasi bagi masyarakat yang sejahtera dan berdaya saing.
Dalam acara yang kental dengan nuansa budaya tersebut, Sriatun juga mengapresiasi para peserta yang tampil anggun berkebaya. Namun, ia mengingatkan bahwa kecantikan sejati (inner beauty) jauh lebih berharga.
“Cantik itu berasal dari hati yang penuh kasih. Mari kita saling menghormati tanpa membedakan latar belakang suku maupun agama,” pesannya.
Di tengah suasana peringatan, Sriatun juga memberikan perhatian serius pada fenomena kekerasan terhadap perempuan dan anak. Ia meminta para orang tua untuk lebih proaktif membangun komunikasi dengan anak.
“Jangan sampai anak lebih nyaman bercerita kepada teman sebaya yang belum tentu memberi solusi tepat. Orang tua harus aktif bertanya tentang perasaan anak. Sinergi antara rumah dan sekolah sangat penting agar tercipta lingkungan belajar yang aman,” jelasnya.
Senada dengan hal tersebut, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Sidoarjo, Ainur Amalia, menambahkan bahwa kecerdasan perempuan juga tercermin dari caranya membawa diri.
“Berpenampilan anggun dan rapi memberikan nilai tambah bagi perempuan. Hal ini juga bentuk apresiasi diri yang bisa dilakukan secara efisien,” ujar Ainur saat memberikan sambutan.
Rangkaian acara ini turut dimeriahkan dengan talkshow kesehatan yang menghadirkan narasumber berkompeten, di antaranya Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina, perwakilan Pokja IV PKK Sri Andari, serta Dosen Psikologi UMSIDA Gerdaning Tyas Jadmiko. Selain itu, digelar pula sesi beauty class sebagai sarana edukasi praktis bagi para perempuan untuk merawat diri secara mandiri. (*)
